Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 November 2025, 01.51 WIB

Real Madrid Jadi Klub Paling Dibenci di Spanyol, Benarkah?

Real Madrid Jadi Klub Paling Dibenci di Spanyol, Benarkah? - Image

Real Madrid Jadi Klub Paling Dibenci di Spanyol, Benarkah?

JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol telah menjadi sarang kebencian bermotif rasial, baik di stadion maupun di media sosial. 

Sosok seperti Lamine Yamal dan Vinicius Jr. menerima ujaran kebencian paling banyak. Sedangkan di level klub, Real Madrid menjadi klub yang paling banyak mendapat ujaran kebencian di media sosial Spanyol.

Hal ini diungkapkan oleh Observatorium Spanyol untuk Rasisme dan Xenofobia (Oberaxe), sebuah organisasi yang menganalisis skala pesan-pesan kasar yang beredar secara daring. Sepak bola kembali menjadi salah satu target utama perilaku tersebut.

Klub paling dibenci di Spanyol?

Melansir MARCA, meskipun sebagian besar fokus laporan ini adalah mengenai pelecehan terhadap pemain, Oberaxe juga mengukur permusuhan yang diarahkan kepada klub. 

Dalam kategori tersebut, Real Madrid berada di posisi teratas, menerima 34% dari seluruh pesan kebencian yang ditujukan kepada tim-tim di Spanyol.

Angka ini cukup besar dan menyoroti skala kenegatifan di sekitar klub tersebut di berbagai platform daring.

Barcelona berada di posisi kedua dengan 32%, menunjukkan bagaimana kedua raksasa sepak bola Spanyol itu mendominasi debat digital sekaligus permusuhan.

Yang lebih mengejutkan, Real Valladolid menempati posisi ketiga dengan 17% kebencian yang dipantau. Mereka unggul atas klub-klub dengan basis suporter jauh lebih besar, seperti Valencia (8%), Athletic Club (6%), Real Sociedad (5%), dan Atletico Madrid (4%).

Direktur Oberaxe, Tomas Fernandez, mengatakan kepada Cadena SER bahwa apa yang terjadi di media sosial mencerminkan tren masyarakat secara umum. 

Menurutnya, banyak pengguna tidak menyadari betapa serius ujaran kebencian yang mereka gunakan, namun nada agresif tersebut dapat dengan mudah meluap ke kehidupan nyata.

Laporan tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan pola-pola kebencian menjelang pertandingan besar, dengan istilah-istilah yang digunakan selama El Clasico memberikan gambaran mengkhawatirkan mengenai tingkat pelecehan yang terjadi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore