Pelatih kepala Blaugrana, Hansi Flick. (Dok FC Barcelona)
JawaPos.com – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menegaskan pentingnya mempertahankan gaya bermain menyerang meskipun timnya hanya mampu meraih hasil imbang 3-3 melawan Club Brugge pada lanjutan pekan keempat Liga Champions, yang berlangsung pada Kamis (6/11). Flick menekankan bahwa ia tidak akan mengubah filosofi permainan yang telah diterapkan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Jan Breydel, Barcelona harus berjuang keras untuk bangkit dari ketertinggalan sebanyak tiga kali. Semua gol yang dicetak oleh Brugge terjadi setelah tim tuan rumah berhasil mengeksploitasi kelemahan dari garis pertahanan tinggi yang menjadi ciri khas permainan Flick.
Tim Catalan kini sudah sembilan pertandingan berturut-turut tanpa mencatatkan clean sheet, sebuah catatan buruk yang menjadi rekor terpanjang mereka sejak tahun 2013. Taktik berisiko tinggi yang diterapkan oleh Barcelona kembali menjadi sorotan setelah hasil pertandingan yang kurang menggembirakan di Belgia.
Namun, pelatih asal Jerman tersebut tetap optimis bahwa kerja keras dan intensitas tim di lapangan akan membantu mereka kembali ke jalur yang benar untuk meraih clean sheet. Meskipun saat ini Barcelona harus kebobolan tiga gol dari lawan yang dianggap lebih lemah.
"Kami bisa melakukannya seperti itu, yaitu kami melakukan (pertahanan) blok rendah dan bertahan di sepertiga pertama," ungkap Flick dalam konferensi pers ketika ditanya mengenai kemungkinan untuk bermain lebih konservatif dalam bertahan.
"Atau kami akan melanjutkan cara kami (garis pertahanan tinggi), filosofi kami, bagaimana kami ingin melakukannya dan membuat segalanya jauh lebih baik. Tanpa intensitas, Anda tidak punya peluang di Liga Champions. Semua orang bisa bermain cepat, transisi cepat, dan Brugge melakukannya dengan sangat baik," tambahnya.
Flick juga mengungkapkan pendapatnya mengenai gol pertama Brugge yang dianggapnya seharusnya offside. Ia mencatat bahwa timnya mengalami kesulitan dan kurang percaya diri dalam pertandingan tersebut. "Kami bisa bicara tentang mengubah segalanya, tapi saya bukan pelatih (yang suka merubah filosofi) untuk ini," jelasnya.
"Kami ingin bermain sesuai DNA kami, kami tidak ingin blok (pertahanan) rendah dan transisi untuk menang 1-0, tapi (saya akui) skor 3-3 bukanlah hasil terbaik bagi kami. Kami bangkit setelah setiap kebobolan, ini positif, tapi kami harus bicara tentang pertandingan ini," tegasnya.
Flick juga menyoroti masalah di lini tengah, di mana timnya tidak cukup menekan bola dan gagal memenangkan duel, sehingga menyulitkan lini belakang untuk menghadapi pemain-pemain cepat lawan. "Kami harus memperbaiki itu, menganalisis semuanya. Kami akan berbicara dengan para pemain," ujarnya.
Ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan perubahan minimal dalam taktiknya, Flick tetap pada pendiriannya dan berharap pemain yang kembali dari cedera akan membantu meningkatkan performa tim. "Ayolah, saya sudah menjawab dua pertanyaan sebelumnya. Itu bukan cara untuk berubah. Bukan seperti itu cara kami ingin bermain," tegas pelatih berusia 60 tahun ini.
"Kami adalah Barcelona dan kami ingin memainkan sepak bola kami dan gayanya adalah aktif dan memiliki intensitas, dengan melawan bola. Saat ini, di beberapa momen, kami merindukannya. Ini bukan tentang filosofinya," tambahnya.
Flick menyadari bahwa saat ini bukanlah waktu terbaik untuk timnya, tetapi ia tetap optimis. "Kami sedang berusaha untuk itu dan saya pikir kami bisa bermain di level yang berbeda. Mungkin setelah jeda (internasional), ketika Raphinha, Joan Garcia, Pedri kembali dan juga Dani (Olmo) serta Robert (Lewandowski) mungkin juga berada di level yang berbeda, mari kita lihat saja nanti," pungkasnya.
Hasil imbang yang diraih Barcelona di Brugge membuat mereka kini berada di posisi ke-11 klasemen Liga Champions dengan tujuh poin dari empat pertandingan, yang semakin memperkecil peluang Blaugrana untuk langsung lolos ke babak 16 besar. Selanjutnya, tim asal Catalunya ini akan bertandang ke markas Celta Vigo di Stadion Balaidos, pada Senin (10/11) dini hari, dalam lanjutan pekan ke-12 La Liga. Barcelona berusaha menipiskan jarak dengan Real Madrid yang kini memimpin klasemen dengan selisih lima poin.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
