
Jude Bellingham dan Thomas Tuchel saat menjadi tulang punggung timnas Inggris.
JawaPos.com – Thomas Tuchel pastikan Jude Bellingham masih menjadi pilar penting skuad Inggris, meski telah absen saat kualifikasi Piala Dunia bulan Oktober ini di mana The Three Lions berhasil merebut tiket ke kompetisi terbesar antarnegara itu.
Bellingham merupakan salah satu pemain penting yang tidak dicantumkan dalam skuad Tuchel saat mereka mengalahkan Wales dalam laga uji coba dan kemudian memastikan satu tempat di turnamen musim panas Amerika Utara mendatang dengan kemenangan telak 5-0 atas Latvia.
Bintang Real Madrid itu baru saja pulih dari operasi bahu dan belum bermain penuh selama 90 menit ketika Tuchel mengumumkan skuadnya, tetapi ketidakhadirannya masih menjadi bahan pembicaraan besar media dan penggemar olahraga ini.
Pelatih asal Jerman itu berencana untuk berbicara dengan Bellingham menjelang pertandingan melawan Serbia dan Albania di bulan November, dengan harapan ia mungkin akan dipanggil kembali untuk bermain dengan The Three Lions.
"Saya rasa begitu (akan memanggil Bellingham lagi). Kenapa tidak? Tentu saja, ia pemain penting, ia pemain hebat. Saya akan berbicara dengan banyak pemain, juga dengan mereka yang akan menerima pesan dari saya, terutama yang tidak berada di kamp (tim nasional).
"Karena mereka yang sekarang ada di sini (sudah dipanggil membela Inggris), mereka mendapatkan dan mereka merasakan imbalannya. Sekarang yang terpenting juga bagi saya untuk tetap berhubungan dengan mereka yang lain.
"Tidak ada yang melakukan kesalahan. Ini bukan hukuman atau semacamnya, dan saya merasa ketika saya mengirim pesan dan berbicara dengan mereka, semua orang ingin kembali (membela tim nasional) dan memang seharusnya begitu,” jelas Tuchel.
"Jadi, ada banyak pemain di luar sana (yang belum mendapatkan panggilan timnas Inggris) yang pantas (bergabung) bersama kami," tandas mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen tersebut.
Kegaduhan seputar ketidakhadiran Bellingham semakin memanas setelah Tuchel harus meminta maaf setelah secara keliru mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ibunya menganggap gelandang itu "menjijikkan."
Tuchel menegaskan tidak ada masalah di antara keduanya dan Bellingham akan mengikuti arahannya jika ia kembali bermain untuk The Three Lions di jeda internasional November mendatang.
Juru taktik berusia 52 tahun ini mengatakan untuk tidak ragu mengundang pemain-pemain penting yang tidak dipanggil bulan Oktober seperti, Bellingham Phil Foden, Trent Alexander-Arnold, dan Jack Grealish.
"Saya tidak ragu, jika kami mengundang mereka, maka kami yakin mereka akan setuju. Kalau tidak, kami tidak akan mengundang mereka (lagi). Mengapa kami harus mengundang? Ini tidak bisa dinegosiasikan.
"Saya percaya pada lebih banyak pemain daripada yang ada di sini. Kita selalu membicarakan nama yang sama, tetapi kita juga punya Conor Gallagher, kita punya Trevoh Chalobah, dan kita punya Cole Palmer yang cedera.
"Jadi, ada banyak pemain di luar sana yang pantas bersama mereka (di kamp timnas Inggris) dan yang memiliki rasa lapar serta bertekad untuk bermain di timnas Inggris. Memang harus seperti itu," tutup Tuchel.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
