
Pep Guardiola berhasil meloloskan Manchester City ke final Liga Champions lagi setelah edisi 2021 di Porto.
JawaPos.com – Tactician Manchester City Pep Guardiola pernah berkelakar soal gaya permainan klub-klub Serie A. Tepatnya ketika City menghadapi Atalanta BC yang muncul sebagai kuda hitam dalam fase grup Liga Champions 2019–2020.
Permainan agresif Atalanta yang mengandalkan penguasaan bola rendah dan serangan balik cepat kala itu membuat Pep menyamakan lawatan ke Bergamo seperti pergi ke dokter gigi.
Artinya, harus siap berdarah-darah dan menahan rasa sakit. City pun harus puas ditahan seri 1-1 oleh La Dea –julukan Atalanta.
Musim ini Pep bersiap kembali ke dokter gigi. Bukan lagi melawan Atalanta, melainkan klub biru-hitam lainnya yang lebih berpengalaman, Inter Milan.
Dua tim itu bakal berhadapan dalam final Liga Champions di Ataturk Olimpiyat Stadyumu, Istanbul, pada 11 Juni mendatang.
”Sejujurnya, final menghadapi klub Italia bukan sebuah hadiah untukku. Klub-klub Italia sangat kompetitif,’’ ucap Pep kepada BT Sport setelah City memastikan lolos ke final di Stadion Etihad kemarin (18/5) dini hari.
Ilkay Gundogan dkk mendapatkan tiket ke final untuk kali kedua dalam tiga musim terakhir tersebut setelah menyingkirkan juara bertahan sekaligus pemegang gelar terbanyak (14 kali) Real Madrid dengan agregat 5-1.
Second leg di Etihad kemarin seperti menampilkan kedigdayaan City yang menghabisi Real dengan empat gol tanpa balas. Dua gol diborong Bernardo Silva pada menit ke-23 dan 37.
Sedangkan dua gol The Citizens –julukan City– lainnya dihasilkan Manuel Akanji (76’) dan Julian Alvarez pada menit pertama injury time. ’’Kami telah mendapatkan mental yang dibutuhkan di final,’’ imbuh Pep.
Kemenangan telak atas Real tentu menunjukkan mentalitas kuat Gundogan dkk. Sebelum Los Merengues, julukan Real, City membungkam jagoan Liga Champions lainnya, Bayern Munchen, dengan agregat 4-1 di perempat final.
The Citizens pun meneruskan rekor selalu mencetak gol dalam 23 laga di Liga Champions.
Sampai semifinal musim ini, City juga telah mencetak 31 gol atau dua gol lebih banyak ketimbang fase yang sama musim lalu. Begitu pula dari upaya percobaannya menjebol gawang lawan.
Efektivitasnya semakin besar. Musim lalu 70,8 persen, sedangkan musim ini 71,1 persen.
’’City pada musim ini seperti mesin penghancur. Mereka sulit dihentikan (dalam mencetak gol, Red),’’ ucap pandit sekaligus mantan striker timnas Inggris Michael Owen kepada Manchester Evening News.
Kemampuan mencetak gol City itu bakal berhadapan dengan pertahanan Inter di Istanbul. Nerazzurri –julukan Inter– merupakan semifinalis dengan defense terbaik selama Liga Champions musim ini alias hanya kebobolan 10 kali dari 12 pertandingan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
