
Jose Mourinho rayakan debut manis usai Benfica kalahkan AVS. (Instagram @slbenfica).
JawaPos.com-Jose Mourinho kembali menginjakkan kaki di Stamford Bridge, tempat yang melambungkan namanya menjadi salah satu pelatih paling berpengaruh di dunia.
Pria Portugal berusia 62 tahun itu datang sebagai pelatih Benfica untuk laga fase grup Liga Champions, Rabu (1/10) dini hari, melawan mantan klub yang dua kali dia bawa ke puncak Liga Primer.
“Dari luar, Chelsea tampak seperti kehilangan identitas sebagai klub. Namun, apa yang terjadi musim lalu, tampaknya mereka kembali ke jalur yang benar,” ujar Mourinho dalam konferensi pers pra-pertandingan.
“Mereka memberi kepercayaan kepada Enzo, dia membawa ide-idenya. Liga Conference adalah kompetisi yang mudah dimenangkan bagi klub besar, saya pernah melakukannya bersama Roma. Lencana Piala Dunia Antarklub sangat berarti. Selamat untuk mereka. Saya pikir itu memberi mereka tempat yang dipercaya, tempat yang percaya diri,” tutur dia.
Di bawah Enzo Maresca, Chelsea memang bangkit dari periode kelam. The Blues menutup musim lalu dengan trofi Liga Conference dan musim panas ini menaklukkan Paris Saint-Germain untuk merebut Piala Dunia Antarklub.
“Ada masa kekecewaan, masa keraguan, sekarang masa kebahagiaan. Saya rasa Chelsea kembali ke jalur yang benar,” kata Mourinho, yang menilai potensi Chelsea menjuarai Liga Champions tetap sangat besar.
Namun laga di Stamford Bridge membawa dilema emosional bagi pelatih yang pernah memenangi tiga gelar Liga Primer bersama Chelsea.
“Seperti kata pepatah, Saya bukan lagi Biru. Saya Merah (Benfica), dan saya ingin menang. Tentu saja saya akan selalu menjadi Biru. Saya adalah bagian dari sejarah mereka dan mereka adalah bagian dari sejarah saya,” tegas Mourinho.
“Sebelum dan sesudah pertandingan, Chelsea saya yang akan menang, tetapi selama pertandingan, Benfica saya yang akan menang,” imbuh dia.
Mourinho juga menyoroti bagaimana Chelsea menghargai masa lalu. Foto-foto dirinya yang tengah mengangkat trofi masih terpajang di dinding stadion.
“Tidak banyak klub yang melakukan ini karena banyak klub yang takut akan apa yang terjadi di masa lalu. Terkadang mereka terlihat seperti ingin menghapus orang-orang yang telah membuat sejarah di klub. Ini menunjukkan bahwa Chelsea benar-benar klub besar karena klub besar juga menjunjung tinggi prinsip,” tandas Jose Mourinho.
Benfica menghadapi tugas berat. Rekor pertemuan menunjukkan tim Portugal jarang menaklukkan klub Inggris di Liga Champions. Chelsea belum pernah kalah dari Benfica dalam pertemuan resmi Eropa, termasuk kemenangan di perempat final Liga Champions 2011/2012 yang akhirnya membawa The Blues juara. Mourinho sadar tantangannya.
“Biasanya, tim Portugal tidak meraih hasil bagus melawan Inggris karena tim Inggris memang kuat. Mereka memiliki intensitas yang lebih tinggi, waktu bermain yang lebih efektif. Tapi tentu saja, saya yakin,” sebut Jose Mourinho.
Pelatih yang baru sebulan lalu meninggalkan Fenerbahce ini juga mengungkapkan kegembiraan bisa kembali ke pentas tertinggi Eropa.
“Setelah 25 tahun, saya berharap kembali ke Portugal untuk melatih tim nasional, bukan ke Benfica,” ujarnya sambil tersenyum.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
