
Gelandang Prancis Paul Pogba bersama beberapa olahragawan lain mendesak UEFA untuk menskors Israel. (ig mohammadsaadismailkhokhar7)
JawaPos.com-Koalisi beranggotakan 48 atlet profesional lintas cabang olahraga menyerukan UEFA untuk menangguhkan Israel dari seluruh kompetisi sepak bola. Itu menyusul serangan yang terus berlanjut terhadap warga sipil Palestina khususnya di Gaza.
Pernyataan terbuka itu dirilis pada Jumat di bawah payung Athletes 4 Peace dan memicu perbincangan hangat di ranah olahraga internasional. Nama-nama besar seperti gelandang Prancis Paul Pogba dan pemain kriket Inggris Moeen Ali tercatat di antara para penandatangan.
Sejumlah pesepak bola lain, termasuk Anwar El Ghazi, Hakim Ziyech, dan Cheick Doucoure, juga disebut dalam laporan awal sebagai pendukung gerakan ini. Meski berbeda latar belakang dan disiplin olahraga, mereka menyuarakan pesan yang sama, dunia olahraga seharusnya berdiri di sisi kemanusiaan.
“Sebagai atlet profesional dengan beragam latar belakang, agama, dan keyakinan, kami percaya olahraga harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan,” tulis pernyataan resmi yang dibagikan Athletes 4 Peace.
“Kami, para penandatangan Athletes 4 Peace, menyerukan UEFA untuk segera menskors Israel dari semua kompetisi hingga negara tersebut mematuhi hukum internasional dan mengakhiri pembunuhan warga sipil serta kelaparan yang meluas,” lanjut pernyataan itu.
Seruan ini muncul di tengah situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. Pernyataan tersebut secara khusus menyinggung kematian Suleiman al-Obeid yang dikenal luas sebagai Pele Palestina, yang menurut Asosiasi Sepak Bola Palestina tewas bulan lalu ketika pasukan Israel menyerang warga sipil yang tengah menunggu bantuan kemanusiaan di Gaza selatan.
Langkah 48 atlet ini mengingatkan pada momen-momen penting di mana dunia olahraga menjadi wadah tekanan moral. UEFA selama ini menegaskan netralitas politiknya, namun federasi sepak bola Eropa itu juga memiliki preseden menangguhkan asosiasi nasional, seperti yang terjadi pada Rusia setelah invasi ke Ukraina pada 2022.
Belum ada tanggapan resmi dari UEFA terkait permintaan terbaru ini. Namun, sorotan internasional terus menguat seiring meningkatnya seruan agar badan sepak bola Eropa mengambil sikap.
Dukungan publik dari bintang global seperti Pogba dan Ziyech menambah bobot politik sekaligus menempatkan UEFA dalam sorotan yang tak bisa dihindari.
Bagi banyak pihak, inisiatif Athletes 4 Peace menegaskan bahwa para atlet modern tak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga suara moral di panggung dunia. Dalam lanskap olahraga yang kerap menekankan netralitas, gerakan ini menandai titik balik, pesan bahwa keadilan dan kemanusiaan bisa dan mungkin harus mengalahkan garis batas lapangan.
Dengan situasi di Gaza yang terus menelan korban dan minim tanda mereda, tekanan terhadap UEFA kemungkinan akan semakin besar. Pertanyaannya kini bukan hanya apakah federasi sepak bola Eropa akan menanggapi petisi tersebut, tetapi sejauh mana dunia olahraga bersedia mengambil peran dalam isu kemanusiaan yang melampaui 90 menit permainan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
