
Amir Ghalenoei saat melatih Timnas Iran. (Dok. Instagram/@iran_football_federation)
JawaPos.com - Mantan pelatih timnas Italia, Luciano Spalletti, resmi menolak tawaran Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) untuk menukangi tim nasional mereka di Piala Dunia 2026. Kabar ini dikutip dari Persianfootball.com di tengah desakan publik Iran yang meminta federasi segera mengganti pelatih Amir Ghalenoei setelah performa tim di beberapa pertandingan terakhir dianggap belum konsisten.
Keputusan Spalletti menolak tawaran itu membuat FFIRI akhirnya mantap mempertahankan Ghalenoei hingga turnamen besar empat tahunan tersebut digelar. Langkah ini sekaligus menutup spekulasi pergantian pelatih yang sempat mencuat di beberapa pekan terakhir.
Spalletti Masih Menganggur
Spalletti saat ini memang belum kembali ke dunia kepelatihan setelah posisinya di Timnas Italia digantikan oleh legenda AC Milan, Gennaro Gattuso. Pelatih berusia 65 tahun itu memilih tidak menerima pinangan Iran.
Belum diketahui secara pasti alasan Spalletti menolak tawaran tersebut, namun keputusannya membuat federasi Iran tidak punya banyak opsi dalam waktu dekat.
Rekam Jejak Amir Ghalenoei
Sejak ditunjuk melatih Timnas Iran pada Maret 2023, Ghalenoei sudah memimpin Timnas Iran dalam 37 pertandingan. Dari total laga tersebut, ia mencatatkan 27 kemenangan, 7 hasil imbang, dan hanya 3 kali menelan kekalahan. Catatan itu membuat persentase kemenangan Iran di bawah asuhannya mencapai 72,97 persen.
Meski statistiknya terbilang cukup bagus, beberapa laga terakhir permainan timnas Iran banyak menuai kritik. Para penggemar menilai strategi Ghalenoei kurang berkembang saat menghadapi tim kuat. Hal itu memunculkan desakan agar FFIRI segera mencari sosok baru yang bisa membawa Iran berbicara banyak di Piala Dunia 2026.
FFIRI Tetap Beri Kepercayaan
Dengan tidak adanya kesepakatan bersama Spalletti, federasi akhirnya memutuskan untuk tetap mendukung Ghalenoei. FFIRI menilai konsistensi jangka panjang lebih penting ketimbang pergantian pelatih yang mendadak. Apalagi, Piala Dunia tinggal menghitung waktu dan perubahan drastis bisa berdampak pada kestabilan tim.
Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Ghalenoei masih memiliki dukungan penuh dari federasi, meski sebagian publik Iran sempat meragukannya.
Tantangan besar kini menanti, terutama bagaimana ia memanfaatkan sisa waktu untuk memperbaiki kelemahan tim, baik dari sisi taktik maupun mental bertanding.
Fokus Menuju Piala Dunia 2026
Iran dikenal sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Asia. Target mereka di Piala Dunia 2026 tentu lebih dari sekadar lolos fase grup. Dengan skuad yang berisi kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda, Ghalenoei diharapkan mampu meramu formula terbaik agar Iran bisa melangkah lebih jauh.
Meskipun isu pergantian pelatih sempat memanas, kepastian mengenai masa depan Ghalenoei setidaknya memberi ketenangan bagi para pemain.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
