Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 06.36 WIB

Alejandro Garnacho Kembali ke Old Trafford, Dulu Penyelamat Kini Pengkhianat di Mata Fans Manchester United

Alejandro Garnacho. (Dok. Mirror) - Image

Alejandro Garnacho. (Dok. Mirror)

JawaPos.com - Alejandro Garnacho akan kembali ke Old Trafford akhir pekan ini untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan Chelsea. Namun, bukannya sambutan hangat, winger muda asal Argentina itu justru diprediksi akan mendapat hujan cemoohan dari para pendukung Setan Merah.

Garnacho menjadi pemain pertama dari bomb squad Ruben Amorim yang kembali ke markas United, hanya tiga minggu setelah kepergian kontroversialnya. Bersama Marcus Rashford, Jadon Sancho, Antony, dan Tyrell Malacia, ia masuk daftar pemain yang diasingkan Amorim usai meminta dilepas.

Bagi Amorim dan manajemen United, bakat Garnacho tidak sebanding dengan sikap egois dan tingkah laku buruknya, sehingga mereka memilih melepas sang winger berusia 21 tahun itu.

Garnacho pernah begitu dicintai fans United, bahkan namanya sempat diabadikan dalam nyanyian ikonik "Viva Ronaldo" yang diubah menjadi "Viva Garnacho". Namun semua berubah setelah kepergiannya yang penuh drama.

Ia marah besar ketika hanya duduk di bangku cadangan pada final Liga Europa musim lalu melawan Tottenham, menyalahkan Amorim secara terbuka, dan kemudian didepak dari laga terakhir musim itu kontra Aston Villa.

Kemarahan fans makin memuncak ketika Garnacho mengunggah foto dirinya memakai jersey Aston Villa dengan nama dan nomor punggung Marcus Rashford di media sosial, yang dianggap sebagai sindiran kepada Amorim dan United.

Sebenarnya, keretakan hubungan Garnacho dengan Amorim sudah dimulai sejak Desember lalu. Ia dan Rashford dicoret dari skuad untuk derby Manchester setelah dianggap tidak disiplin dan tak mematuhi instruksi di laga Liga Europa. Meski sempat mendapat kesempatan kedua, Garnacho gagal merebut kembali kepercayaan sang pelatih.

Ledakan emosinya jelang final Liga Europa menjadi titik akhir. Amorim akhirnya benar-benar menyingkirkannya, dan United memilih menjualnya ke Chelsea ketimbang mempertahankan pemain yang dianggap sulit diatur, meski punya potensi besar.

Kini, tugas berat menanti pelatih Chelsea, Enzo Maresca. Ia harus bisa mengendalikan talenta muda yang disebut punya bakat besar, namun kerap bermasalah dengan kedisiplinan. 

Sementara itu, bagi United dan 70 ribu fans yang memenuhi Old Trafford akhir pekan ini, Garnacho bukan lagi pahlawa maupun penyelamat. Saat ia berjalan keluar dari terowongan stadion yang dulu mengagungkannya, Garnacho akan dianggap sebagai pengkhianat sekaligus Public Enemy No.1 di Theatre of Dreams. 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore