Alejandro Garnacho (Instagram @garnacho7)
JawaPos.com – Alejandro Garnacho menjadi sorotan pada bursa transfer musim panas ini setelah dikabarkan tidak lagi masuk dalam rencana utama Manchester United.
Dilansir dari laman Sky Sports pada Kamis (28/8), Pemain sayap berusia 21 tahun tersebut sebelumnya tidak dilibatkan dalam skuad utama pada masa pramusim. Kondisi ini membuka peluang besar bagi klub lain untuk merekrutnya.
Chelsea muncul sebagai kandidat terkuat untuk mendapatkan tanda tangan Garnacho. Klub asuhan Enzo Maresca itu dilaporkan hampir mencapai kesepakatan dengan Manchester United terkait transfer sang pemain. Namun, persoalan valuasi masih menjadi penghalang utama dalam negosiasi antara kedua belah pihak.
Baca Juga: Liverpool Siapkan Langkah Baru dengan Rekrut Marc Guehi dari Crystal Palace Seharga Rp 761 Miliar
Manchester United mematok harga sebesar EUR 50 juta atau Rp951 miliar bagi Garnacho. Nilai tersebut dianggap lebih tinggi dibandingkan tawaran awal yang diajukan Chelsea.
Meski demikian, ada peningkatan keyakinan bahwa kesepakatan dapat tercapai sebelum penutupan bursa transfer pada hari Senin mendatang.
Garnacho sendiri dikabarkan menolak sejumlah tawaran dari klub lain. Ia lebih memilih bergabung dengan Chelsea karena menilai klub London tersebut mampu memberi tantangan baru dalam kariernya. Keputusan ini sekaligus memperlihatkan keseriusannya untuk meninggalkan Old Trafford.
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, sempat memberikan komentarnya terkait situasi Garnacho. Menurutnya, sang pemain merupakan talenta besar, namun beberapa hal tidak berjalan sesuai harapan di klub.
Amorim menilai keputusan Garnacho untuk mencari tantangan baru merupakan hal yang wajar dalam dunia sepak bola.
Selain itu, Amorim juga menegaskan bahwa penjualan beberapa pemain di musim panas ini penting bagi Manchester United. Ia ingin skuad yang lebih ramping, mengingat klub tidak berkompetisi di ajang Eropa dan hanya mengikuti tiga turnamen domestik.
Dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, Amorim berharap setiap individu merasa lebih penting bagi tim.
Amorim menambahkan, skuad yang terlalu besar justru dapat menimbulkan masalah. Waktu persiapan yang singkat, ditambah rotasi pemain yang terbatas, akan membuat sebagian pemain frustrasi.
Oleh karena itu, pengurangan jumlah pemain, termasuk kemungkinan kepergian Garnacho, dianggap sebagai langkah yang masuk akal.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
