Ebereche Eze Dipekerkenalkan Arsenal (Dok. Arsenal)
JawaPos.com - Eberechi Eze akhirnya resmi kembali ke Arsenal setelah menandatangani kontrak jangka panjang. Pemain timnas Inggris itu menjadi rekrutan ketujuh The Gunners pada bursa transfer musim panas ini.
Perjalanan Eze terbilang istimewa, sebab ia menutup kisahnya bersama Crystal Palace dengan gol penentu kemenangan di final FA Cup musim lalu, sekaligus mengakhiri penantian panjang klub tersebut meraih trofi mayor.
Kepindahan Eze bernuansa emosional. Ia kembali ke London utara, tempat dirinya memulai kisah sepakbola sejak masih berusia belasan tahun di akademi Arsenal. Kini, winger 27 tahun itu siap membuka babak baru bersama klub masa kecilnya.
Bagaimana Perjalanan Karier Eze Sebelum ke Arsenal?
Lahir di Greenwich, Eze tumbuh di lingkungan yang keras, bermain bola di lapangan berpagar dengan segala keterbatasan. Ia bahkan sempat dicoret dari akademi Arsenal saat berusia 13 tahun, lalu berkelana ke Fulham, Millwall, Bristol City, hingga Sunderland untuk mencari peluang.
Titik baliknya datang pada 2016 ketika Queen’s Park Rangers (QPR) memberinya kesempatan. Dari sanalah kariernya melesat. Bersinar di Championship, Eze mencatat 14 gol dan 8 assist pada musim 2019/20, sebelum akhirnya dilirik Crystal Palace.
Sukses Bersama Crystal Palace dan Timnas Inggris
Crystal Palace menebus Eze dengan harga £17 juta (sekitar Rp356 miliar) pada 2020. Perlahan ia jadi tumpuan utama, bahkan sempat mencatat 10 gol dalam satu musim. Total, Eze mengoleksi 34 gol di Premier League, menempatkannya di posisi keempat daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Palace.
Puncak kariernya datang di final FA Cup 2025. Di Wembley, Eze mencetak gol tunggal kemenangan atas Manchester City, trofi mayor pertama bagi Palace. Ia juga sempat mempersembahkan Community Shield setelah menundukkan Liverpool.
Performa gemilang itu turut mengantarkan Eze masuk skuad Inggris di Euro 2024. Hingga kini, ia telah mengoleksi 11 caps dan mencetak satu gol internasional.
Baca Juga: Hank Anjing Rosé BLACKPINK Jadi Hewan Peliharaan K-Pop Pertama yang Hiasi Sampul Vogue Dogue
Sosok Eze di Luar Lapangan
Selain sepakbola, Eze dikenal sebagai pemain yang rendah hati. Ia mendirikan Eze Foundation bersama kedua saudaranya untuk mendukung anak-anak muda dari daerah sulit agar bisa menggapai mimpi di dunia sepakbola.
Hobinya pun unik. Ia gemar bermain catur, bahkan sempat menjuarai turnamen daring PogChamps 6. Di luar itu, ia juga punya hubungan dekat dengan legenda Arsenal, Ian Wright, yang dulu juga pindah dari Crystal Palace ke Highbury.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
