Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 05.42 WIB

Arsenal Uji Duet Viktor Gyokeres dan Kai Havertz, Mikel Arteta Dapat Dilema Manis Jelang Lawan Manchester United

Selebrasi Viktor Gyokeres saat merayakan gol perdananya untuk Arsenal di laga uji coba kontra Athletic Bilbao. (Daily Mail) - Image

Selebrasi Viktor Gyokeres saat merayakan gol perdananya untuk Arsenal di laga uji coba kontra Athletic Bilbao. (Daily Mail)

JawaPos.com – Kemenangan 3-0 Arsenal atas Athletic Bilbao di Emirates Cup akhir pekan lalu bukan hanya memastikan trofi pramusim keempat beruntun bagi The Gunners. Laga itu juga menghadirkan sinyal positif dari dua ujung tombak baru dan lama: Viktor Gyokeres dan Kai Havertz. 

Penampilan apik keduanya membuat Mikel Arteta kini menghadapi dilema manis dalam menentukan komposisi lini depan untuk laga pembuka Premier League 2025–2026 kontra Manchester United, Minggu (17/8).

Viktor Gyokeres, rekrutan anyar dari Sporting CP, mencetak gol pembuka lewat sundulan tajam hasil umpan silang presisi Martin Zubimendi. Sementara Havertz, yang baru pulih dari cedera ringan, mengunci kemenangan lewat aksi solo spektakuler yang disebut mirip prime Gareth Bale oleh pengamat sepak bola Inggris, Charles Watts.

Selama pramusim, Arteta kerap menguji berbagai skema untuk memaksimalkan daya gedor tim. Gyokeres tampil sebagai starter dalam dua laga terakhir, sementara Havertz sempat menepi karena masalah kebugaran. 

Menurut analisis Sports Mole, kemenangan atas Athletic memperlihatkan bahwa Arsenal mulai memahami cara memanfaatkan kekuatan Gyokeres, sekaligus memberi gambaran bagaimana ia dan Havertz bisa bermain berdampingan di kompetisi resmi.

“Keputusan ini menjadi sulit (dalam konteks yang baik) karena Gyokeres bermain sangat baik,” kata Watts. Artinya, Arsenal kini punya dua penyerang yang sama-sama siap memperebutkan peran utama.

Gyokeres Mulai Nyetel dengan Gaya Arsenal
Charles Watts menilai gol Gyokeres ke gawang Athletic adalah murni gol seorang striker sejati. Ia menyoroti pergerakan penyerang asal Swedia itu yang tepat waktu memanfaatkan umpan silang Zubimendi. Menurutnya, tanpa lari tajam Gyokeres, kualitas umpan tersebut tidak akan banyak dibicarakan.

Di laga kontra Villarreal sebelumnya, Gyokeres nyaris tak mendapat suplai bola berarti. Namun, saat melawan Athletic, aliran bola ke arahnya lebih cepat dan variatif. Arsenal juga mulai berani mengirim bola ke area sayap dan ruang belakang bek lawan, area yang sangat disukai Gyokeres. Gabriel Martinelli bahkan memanfaatkan celah yang tercipta dari pergerakan Gyokeres untuk masuk ke kotak penalti.

Watts menambahkan bahwa adaptasi ini membutuhkan waktu karena di Sporting, semua pola permainan difokuskan pada kekuatan Gyokeres. Sedangkan di Arsenal, sistem tersebut sudah lama tidak digunakan. Meski demikian, tanda-tanda positif sudah terlihat, termasuk ketika sundulan kedua Gyokeres hampir berbuah gol andai tidak ditepis Unai Simon ke tiang gawang.

Havertz Tunjukkan Ledakan Fisik dan Kecepatan
Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, Havertz menunjukkan bahwa cedera ringan tak mengurangi ketajamannya. Golnya lahir dari umpan terobosan Bukayo Saka, yang diikuti sprint panjang mengalahkan bek kiri Adama Boiro. Meski sedikit kehilangan keseimbangan, Havertz tetap mampu melepaskan tembakan kaki kiri akurat ke tiang jauh.

Watts menyebut aksi tersebut mengingatkannya pada Gareth Bale di masa jayanya bersama Tottenham Hotspur dan Real Madrid. Ia juga menilai Havertz kini terlihat lebih berotot dibanding musim lalu, sesuai dengan program penguatan fisik yang pernah disebut Arteta di akhir musim 2024–2025.

Potensi Duet Gyokeres–Havertz
Arteta kini memiliki opsi untuk memainkan keduanya secara bersamaan. Havertz bisa turun sedikit lebih dalam sebagai gelandang serang kiri (left eight), sementara Gyokeres berperan sebagai penyerang utama. Menurut Watts, pergerakan Gyokeres yang kerap melebar ke kiri dapat membuka ruang bagi Havertz untuk berlari menusuk ke kotak penalti, pola yang sering ia lakukan saat masih membela Bayer Leverkusen.

Kombinasi ini dinilai berpotensi menambah variasi serangan Arsenal, terutama dalam situasi transisi cepat. Selain itu, kehadiran dua penyerang dengan karakter berbeda akan mempersulit prediksi bek lawan, apalagi ketika lawan yang dihadapi adalah Manchester United yang kini dilatih mantan bos Gyokeres di Sporting, Ruben Amorim.

Dilema Positif untuk Arteta
Sebelum pramusim, Havertz diprediksi akan menjadi starter di laga pembuka. Namun, performa Gyokeres dalam dua pertandingan terakhir membuat Arteta harus mempertimbangkan ulang. 

Dengan kompetisi resmi yang akan dimulai akhir pekan ini, Arteta harus menentukan apakah akan memaksimalkan energi Gyokeres sejak awal, memanfaatkan kelincahan Havertz, atau menggabungkan keduanya dalam formasi yang lebih fleksibel. Apa pun pilihannya, publik Emirates tampaknya sudah tak sabar melihat eksperimen ini berlanjut di laga-laga penting.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore