
Luis Enrique (Dok. Instagram @luisenrique_2121)
JawaPos.com – Laga pembuka musim baru kompetisi antarklub Eropa bakal tersaji panas ketika Paris Saint-Germain (PSG) menantang Tottenham Hotspur pada ajang UEFA Super Cup di Udine, Italia, Rabu (13/8).
Pertemuan ini mempertemukan jawara Liga Champions dan Liga Europa musim lalu, sekaligus menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk menambah koleksi gelar sebelum kompetisi domestik dimulai.
PSG datang dengan status raja Eropa setelah musim 2024–2025 berakhir manis. Tim asuhan Luis Enrique meraih quadruple bersejarah – Ligue 1, Coupe de France, Trophee des Champions, dan Liga Champions – yang mengukir nama mereka di buku sejarah klub.
\Trofi Liga Champions menjadi yang pertama bagi Les Parisiens, menempatkan mereka sejajar dengan Marseille sebagai satu-satunya klub Prancis yang pernah mengangkat Si Kuping Besar.
Kemenangan di final Liga Champions diraih dengan cara sensasional. PSG membantai Inter Milan 5-0 di Munich, memecahkan rekor margin terbesar di partai puncak kompetisi tersebut. Meski demikian, ambisi meraih quintuple pupus di Piala Dunia Antarklub.
Mereka tumbang 0-3 dari Chelsea di final, membuat skuat tak sempat menjalani pramusim panjang karena kompetisi domestik Prancis sudah menunggu.
Di sisi lain, Tottenham Hotspur menjalani perjalanan penuh drama. Meski sukses mengakhiri penantian 17 tahun untuk meraih trofi lewat gelar Liga Europa, posisi ke-17 di Liga Inggris membuat manajemen memecat Ange Postecoglou.
Thomas Frank ditunjuk sebagai pelatih baru dan langsung memimpin enam laga uji coba pramusim. Spurs tak terkalahkan hingga akhirnya kalah telak 0-4 dari Bayern Munich di laga pamungkas pramusim.
Modal dan Catatan Historis
Bagi Spurs, ini adalah penampilan perdana di ajang UEFA Super Cup. Sementara PSG bertekad menghapus kenangan buruk pada edisi 1996–1997, ketika mereka kalah agregat 2-9 dari Juventus di format lama ajang ini. Keduanya sama-sama belum pernah mengangkat trofi ini, sehingga duel di Udine akan punya arti historis tersendiri.
Pertandingan ini juga jadi ujian awal untuk melihat kesiapan kedua tim. PSG baru saja menutup musim lalu kurang dari sebulan, tanpa agenda uji coba. Sebaliknya, Spurs punya ritme pertandingan pramusim yang cukup, termasuk kemenangan atas rival sekota Arsenal di Hong Kong, yang menjadi sinyal positif bagi para pendukungnya.
Kabar Tim
PSG datang dengan skuat nyaris lengkap. Willian Pacho dan Lucas Hernandez sudah kembali setelah menjalani skorsing di final Piala Dunia Antarklub. Namun, Joao Neves absen akibat hukuman larangan bermain dua laga dari FIFA. Situasi di bawah mistar juga menarik: Gianluigi Donnarumma dikabarkan segera hengkang, dan Lucas Chevalier yang baru didatangkan dari Lille berpeluang menjalani debut resmi sebagai kiper utama.
Tottenham kehilangan sejumlah pilar penting. James Maddison harus menepi hampir semusim penuh akibat cedera ACL. Dejan Kulusevski dan Radu Dragusin juga masih dalam pemulihan, sedangkan Dominic Solanke belum sepenuhnya bugar. Di lini belakang, Destiny Udogie diragukan tampil dan bisa saja absen di dua laga pertama musim ini.
Duel Taktis yang Menarik

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
