Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 06.23 WIB

Ruben Amorim Jelaskan 2 Faktor Mengapa Alejandro Garnacho Harus Dilepas Manchester United!

Alejandro Garnacho. (Dok. MUFC) - Image

Alejandro Garnacho. (Dok. MUFC)

JawaPos.com – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, akhirnya buka suara soal kabar hengkangnya Alejandro Garnacho dari Old Trafford pada bursa transfer musim panas ini. Meski menyebut Garnacho sebagai pemain yang sangat berbakat, Amorim secara gamblang mengakui bahwa hubungan antara keduanya sudah tidak harmonis, hingga keputusan untuk berpisah menjadi pilihan paling realistis.

Garnacho memang menjadi salah satu pemain muda andalan Setan Merah dalam beberapa musim terakhir. Pemain asal Argentina itu mencatatkan total 144 penampilan dengan torehan 26 gol dan 22 assist di semua ajang, termasuk 11 gol serta 10 assist hanya dalam semusim terakhir. Namun, di tengah prestasi itu, gejolak internal antara pemain dan pelatih ternyata tidak bisa dihindari.

Faktor Pertama

Menurut laporan dari Sports Mole, faktor pertama dari konflik ini adalah saat Garnacho tidak dimasukkan ke dalam starting XI Manchester United untuk laga final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur. Keputusan Amorim itu membuat Garnacho geram, bahkan sempat memberikan komentar tajam kepada sang pelatih seusai pertandingan. Bukan hanya Garnacho, sang agen sekaligus kakak kandungnya juga ikut melontarkan kritik pedas terhadap Amorim.

Sejak saat itu, hubungan antara Amorim dan Garnacho mulai retak. Pelatih asal Portugal tersebut lantas memberi izin kepada sang pemain untuk mencari klub baru di musim panas ini. Terbukti, Garnacho tak dibawa dalam tur pramusim Manchester United ke Amerika Serikat.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Amorim mencoba bersikap objektif dan mengakui kualitas Garnacho. “Garnacho, semua orang bisa melihat betapa bertalentanya dia. Dia anak yang sangat berbakat,” kata Amorim. “Namun kadang dalam sepak bola, segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana dan sulit dijelaskan.”

Faktor Kedua

Ruben Amorim menjelaskan bahwa perbedaan visi dan kepemimpinan menjadi akar dari persoalan. “Saya merasa, dan saya pikir semua bisa melihat, Garnacho ingin sesuatu yang berbeda. Dia ingin berada dalam sistem kepemimpinan yang berbeda. Saya bisa memahaminya. Itu hal yang wajar dalam sepak bola,” tutur Amorim.

Ia menambahkan, “Kadang kamu merasa cocok dengan satu pelatih, kadang tidak. Ada kalanya kamu butuh tantangan baru. Jadi kami mencoba mencari solusi terbaik untuk semua pihak – klub, pelatih, dan tentu saja si pemain. Ini adalah proses alami dalam dunia sepak bola.”

Meski banyak klub tertarik untuk memboyong Garnacho, Chelsea saat ini disebut-sebut sebagai destinasi yang paling difavoritkan oleh sang pemain. Media yang sama melaporkan bahwa Garnacho bahkan telah memberikan 'prioritas total' kepada klub asal London tersebut, yang baru saja menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025.

Namun hingga kini, kesepakatan antara kedua klub masih belum tercapai. Chelsea dikabarkan hanya bersedia membayar 30 juta Poundsterling, atau setara Rp 627 miliar, untuk mendapatkan Garnacho. Sementara Manchester United sebelumnya mematok harga sekitar 70 juta Poundsterling, atau setara Rp 1,46 triliun—angka yang masih jauh dari tawaran The Blues.

Selain Chelsea, klub-klub lain seperti Aston Villa, Tottenham Hotspur, Napoli, Atletico Madrid, dan Bayern Munchen juga memantau situasi Garnacho. Namun hingga kini, belum ada tawaran yang benar-benar mendekati nilai yang diinginkan pihak United.

Kepindahan Garnacho tentu menjadi kehilangan besar bagi Manchester United, mengingat usianya yang baru 21 tahun dan potensi luar biasa yang dimilikinya. Namun keputusan Amorim tampaknya sudah bulat, terutama setelah dinamika internal yang dinilai sudah tidak sehat untuk kelangsungan tim.

Garnacho bukan satu-satunya pemain bintang yang kemungkinan akan meninggalkan Old Trafford pada jendela transfer kali ini. Nama-nama seperti Jadon Sancho dan Antony juga disebut-sebut akan dijual, seiring dengan rencana Amorim untuk merombak total skuad setelah musim 2024/2025 yang berakhir di posisi ke-15 klasemen Premier League.

Langkah ini menandai awal dari era baru di bawah kepemimpinan Ruben Amorim, yang secara terbuka menegaskan bahwa ia ingin membangun ulang budaya dan karakter skuad Setan Merah. Dalam pernyataan sebelumnya, ia bahkan menargetkan bertahan selama 20 tahun dan membawa United kembali menjadi raja di Inggris dan Eropa.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore