Justin Hubner menjadi pemain Timnas Indonesia di kompetisi Eredivisie 2025/2026. (Dok. Justin Hubner)
JawaPos.com - Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner mencurahkan isi hatinya mengenai perjuangannya saat memperkuat Wolverhampton Wanderers. Dia mengakui berkarier di Liga Inggris tidak mudah, terutama untuk menembus tim utama Wolves.
Justin Hubner telah memutuskan hengkang ke Belanda. Dia bergabung dengan Fortuna Sittard, klub kompetisi kasta tertinggi di Liga Belanda. Sittard jadi tim profesional Belanda pertama yang diperkuat Hubner setelah pada awal kariernya dia hanya bergabung dengan tim akademi Den Bosch.
Justin Hubner diketahui hengkang pada 2020 setelah mengawali karier di Den Bosch Youth. Dia bergabung dengan Wolves dan langsung menjadi andalan di skuad Wolves U-18 hingga U-21. Bahkan dirinya beberapa kali dipercaya pelatih untuk menjadi kapten tim Wolves U-21.
Kemudian pada musim 2024, Justin Hubner sempat dipinjamkan ke klub Jepang, yakni Cerezo Osaka. Tapi kariernya di Negeri Sakura tak panjang karena dia tidak mendapatkan banyak menit bermain.
Transfermarkt mencatat bek Timnas Indonesia itu hanya memainkan 8 pertandingan bareng Cerezo Osaka. Jumlah menit bermainnya pun hanya 190 menit dengan cuma sekali turun sebagai starter. Hubner pun hanya empat bulan berkarier di sana lalu kembali ke Wolves.
“Ya, di usia muda saya pergi ke Wolverhampton. Saya bisa berkembang dengan baik di sana. Saya menjadi pemain yang bagus di sana,” kata Justin Hubner dipetik dari kanal YouTube ESPN NL, Minggu (3/8).
“Akhirnya saya dipinjamkan ke Jepang. Setelah itu saya kembali ke Wolves,” tambahnya.
Perjuangan itu diakui Justin Hubner sangat panjang dan berat. Apalagi, sebagian besar waktunya dihabiskan bersama Wolves tapi tak kunjung mendapatkan tempat di tim utama meski dirinya tampil reguler di Wolves U-21.
Sampai akhirnya dilepas Wolves setelah musim panas 2024/2025 berakhir, Justin Hubner tak sempat mencatat debut bersama skuad utama di Liga Inggris. Dia mengatakan bahwa debut di Liga Inggris bukan perkara mudah, apalagi untuk pemain muda.
“Sulit untuk melakukan debut di Inggris. Biasanya itu terjadi di usia yang lebih tua. Mereka ingin kamu punya pengalaman terlebih dahulu,” ungkapnya.
“Kalau tidak, mereka akan membeli pemain seharga 30, 40 juta. Jadi peluang itu memang sulit didapat,” imbuh Justin Hubner.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
