Jacobo Ramon. (Instagram @jacobooramon)
JawaPos.com – Jacobo Ramón telah mewujudkan impian yang didambakan oleh banyak pemain muda La Fábrica, akademi Real Madrid.
Dilansir dari laman E-Noticies pada Selasa (22/7), Setelah menghabiskan sebagian besar kariernya di divisi bawah klub tersebut, pemain bertahan berpostur tinggi ini akhirnya mencatatkan debut di Santiago Bernabéu di bawah arahan pelatih Carlo Ancelotti.
Penampilannya menunjukkan karakter kuat dan kedewasaan yang melampaui usianya, meninggalkan kesan positif meskipun hanya tampil beberapa kali.
Meski demikian, situasi berubah usai Real Madrid mengikuti Piala Dunia Antarklub. Dalam fase tersebut, terlihat bahwa Jacobo Ramón tidak termasuk dalam rencana pelatih baru, Xabi Alonso.
Kedatangan Dean Huijsen dan isu transfer Ibrahima Konaté memperkuat sinyal bahwa bek tengah muda tersebut perlu mencari jalur lain demi pengembangan kariernya.
Real Madrid memilih tidak menghalangi perkembangan pemain asal Spanyol itu. Mereka membuka jalan bagi kepindahan Jacobo Ramón dan mengizinkannya bergabung dengan Como, klub Serie A Italia yang kini dilatih oleh Cesc Fàbregas.
Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Jacobo semula diperkirakan akan tetap berlaga di kompetisi domestik La Liga.
Transfer ke Como telah disepakati dengan biaya awal sebesar EUR 2,5 juta atau Rp47 miliar. Kesepakatan juga mencakup bonus tambahan berdasarkan performa dan target yang dicapai sang pemain di masa depan.
Real Madrid tetap mempertahankan hak atas 50% penjualan berikutnya dan menyisipkan klausul pembelian kembali yang berlaku selama tiga musim.
Kepindahan ini dinilai menguntungkan bagi kedua belah pihak. Jacobo Ramón akan mendapatkan menit bermain yang lebih stabil serta lingkungan kompetitif yang tidak seberat tekanan di Bernabéu.
Di sisi lain, Real Madrid memiliki opsi strategis untuk memantau dan mengembangkan kembali potensi sang pemain melalui klausul pembelian ulang.
Dengan masuknya Jacobo Ramón ke dalam proyek muda dan ambisius Como, ekspektasi pun mengemuka.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
