
Legenda Jerman dan Real Madrid Toni Kroos, salah satu maestro passing. (Dok. Stats Bomb)
JawaPos.com–Mantan gelandang Real Madrid Toni Kroos angkat bicara tentang kondisi mantan timnya. Los Blancos gagal mempertahankan gelar Liga Spanyol dan Eropa musim 2024/2025.
Momen-momen terakhir Kroos dengan seragam putih berakhir seperti dongeng di pengujung musim 2023/2024. Madrid sukses memuncaki La Liga dan mengalahkan Borussia Dortmund di Stadion Wembley untuk meraih gelar Liga Champions ke-15 tim ibu kota Spanyol tersebut.
Gelandang timnas Jerman, yang bergabung dengan Madrid setelah Die Mannschaft menjuarai Piala Dunia 2014, mengucapkan selamat tinggal kepada Los Blancos. Dia kemudian pensiun dari dunia sepak bola pada musim panas itu.
Kepergian Kroos meninggalkan lubang besar di lini tengah Los Blancos. Itu akhirnya menghalangi peluang tim bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut untuk meraih trofi bergengsi di musim terakhir Carlo Ancelotti sebagai pelatih kepala.
Real Madrid menderita 15 kekalahan di semua kompetisi pada musim 2024/2025 dan kebobolan 84 gol. Itu jumlah terbanyak dalam satu musim dalam sejarah Los Blancos.
Pasukan Ancelotti juga kalah empat kali di laga El Clasico melawan Barcelona semakin memperburuk catatan finis kedua di La Liga, dan tersingkir dari Liga Champions di perempat final oleh Arsenal.
Seperti Madridista di seluruh dunia, Kroos hanya bisa menyaksikan timnya berjuang keras di panggung terbesar dengan berbagai kegagalan.
"Begini, sejak pensiun, saya menjadi penggemar Real Madrid; itu wajar, setelah 10 tahun di sini dan saya lihat, seperti semua penggemar tim lainnya, bahwa musim ini tidak mudah,” ujar Kroos kepada salah satu surat kabar Spanyol El Pais Semanal.
"Dan orang-orang berkata, itu karena Toni Kroos tidak ada di sini! Dan yang saya inginkan hanya semuanya berjalan baik kemudian mereka (Madridista) berhenti mengatakan itu," imbuh Kroos.
Memang, banyak kesulitan Real Madrid musim lalu berawal dari kegagalan mencari pengganti Kroos. Ketika Los Blancos menghadapi tim-tim terbaik di Spanyol dan Eropa, tak ada gelandang yang mampu mengendalikan permainan seperti Kroos selama lebih dari satu dekade.
Real Madrid juga sangat merindukan umpan diagonal gelandang Jerman itu untuk berpindah posisi, umpan bola mati, strategi permainan, dan yang terpenting, ketenangannya mengatur irama pertandingan.
Dengan Kroos memimpin lini tengah, Real Madrid memenangkan sebanyak 22 trofi, termasuk lima gelar Liga Champions.
"Satu hal yang jelas, posisi gelandang tengah sangat penting dalam sepak bola modern, itu sudah tak diragukan lagi. Lihat saja apa yang terjadi pada Manchester City setelah pemain seperti Rodri cedera," lanjut Kroos.
"Yang terjadi adalah gelandang tengah atau bertahan yang baik justru dirindukan saat ia tidak ada. Saat ia ada, mereka dianggap remeh, seolah-olah Anda tidak menyadarinya, seolah-olah semuanya beres dan para penyerang dapat menjadi penentu pertandingan," imbuh dia.
Juru taktik baru Real Madrid Xabi Alonso dikabarkan tertarik untuk merekrut playmaker bertahan musim panas ini, tetapi selain Rodri, Los Blancos tampak tidak terkesan dengan pilihan yang ada di pasar untuk sekarang.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
