
Chelsea taklukan PSG di final Piala Dunia Antarklub. (Imagn Images/Reuters)
JawaPos.com-Final Piala Dunia Antarklub yang mempertemukan The Blues melawan Paris Saint Germain, Senin (14/7), dimenangkan The Blues dengan skor 3-0. Keributan massal terjadi setelah peluit panjang dibunyikan.
Chelsea tampil trengginas dan menutup laga dengan kemenangan 3-0. Dua gol dari Cole Palmer dan satu tambahan dari Joao Pedro di babak pertama memastikan klub asal London itu menjadi juara pertama dalam format baru 32 tim.
Namun bukan hanya skor yang jadi sorotan. Insiden panas pecah begitu pertandingan usai.
Luis Enrique, terlihat kehilangan kendali. Alih-alih menenangkan, pelatih asal Spanyol itu justru menyerang Joao Pedro, penyerang muda Chelsea yang sebelumnya bersitegang dengan Gianluigi Donnarumma dan Achraf Hakimi.
Dalam tayangan ulang yang dilansir melalui laman Daily Mail Sport, Enrique mendekat ke kerumunan pemain, lalu terlihat menyentuh wajah Pedro. Seketika Pedro terjatuh dramatis sambil memegangi mukanya.
Aksi itu memicu kericuhan lebih besar. Beberapa pemain Chelsea langsung mengepung Donnarumma, termasuk Tosin Adarabioyo yang sempat mendorong sang kiper.
Presnel Kimpembe dari PSG dan Filip Jorgensen dari Chelsea mencoba melerai, tapi situasi sudah kadung panas. Bahkan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, ikut turun tangan. Dia berteriak sambil menarik para pemainnya untuk menjauh.
Dia juga sempat menenangkan Donnarumma yang terlihat sangat emosi. Pertandingan itu memang penuh tekanan. Total enam kartu kuning keluar dari saku wasit, ditambah satu kartu merah untuk gelandang PSG, Joao Neves, di menit ke-85 karena tindakan kasar.
Luis Enrique akhirnya angkat suara soal insiden tersebut. Mulanya dia memasuki lapangan untuk melerai para pemain atas kejadian yang berlangsung panas, namun situasi berbeda.
"Semua itu bisa dihindari. Niat saya hanya memisahkan pemain. Tapi suasananya memang penuh tekanan dan saling dorong, sesuatu yang seharusnya tidak terjadi," ujar Luis Enrique dalam konferensi pers usai laga.
Namun di balik semua itu, malam tetap milik Chelsea. Dengan kemenangan ini, mereka menjadi klub Inggris pertama yang memenangkan Piala Dunia Antarklub lebih dari satu kali, menyusul jejak Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen, dan Corinthians.
Pelatih Maresca pun tak bisa menahan rasa bangga atas kemenangan anak asuhannya usai menaklukan PSG pada laga krusial di final Piala Dunia Antar Klub.
"Saya tidak punya kata-kata untuk mereka. Kami menangkan laga dalam 10 menit pertama, saat itu langsung menekan dan mengatur tempo. Ini momen yang luar biasa," kata Enzo Maresca.
Satu hal yang pasti, sejarah telah ditulis. Tapi momen panas di akhir laga juga akan terus dikenang.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
