Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Juni 2025 | 15.29 WIB

Lamine Yamal Bungkam Prancis di Stuttgart, De la Fuente: Dia Layak Dapatkan Ballon d'Or Musim ini

Lamine Yamal raih gelar Player of the match atas laga kontra Perancis di Stuttgart, Jerman, Jumat (6/6) (Ig: UEFA Euro 2024) - Image

Lamine Yamal raih gelar Player of the match atas laga kontra Perancis di Stuttgart, Jerman, Jumat (6/6) (Ig: UEFA Euro 2024)

JawaPos.com - Usai melewati malam penuh ketegangan dengan skor akhir 5-4, yang menampilkan laga paling sengit antara Spanyol lawan Prancis di Stuttgart, Jerman, Jumat (6/6) WIB dini hari. Namun, hal yang membuat selama pertandingan berlangsung adalah penampilan epik dari pemain yang baru berusia 17 tahun, Lamine Yamal.

Pemain yang saat ini bermain sebagai sayap kanan untuk Barcelona, terus memancarkan skill yang sangat layak untuk ditonton oleh para pencinta sepak bola dunia. Hal tersebut langsung dibuktikan pada laga kontra Prancis, ia berhasil merobek jaring lawan sebanyak dua gol, dan menyumbang satu assist.

Usai pertandingan Yamal langsung dinobatkan sebagai Player of the match. Dengan penampilan yang selalu memberi kepuasaan bagi tim dan pelatih, Luis de la Fuente langsung menanggapi hal tersebut dan menegaskan bahwa sayap kanan yang dimiliki La Roja saat ini layak disebut sebagai pemain terbaik era sekarang.

"Dia pemain terbaik di dunia saat ini. Dan menurut saya, tentu saja dia layak memenangi Ballon d’Or," tegas De la Fuente, dikutip melalui laman ESPN, Jumat (6/6).

Pada pertandingan ini merupakan sebagai ajang promosi para kandidat pemain untuk meraih gelar Ballon d'Or antara Lamine Yamal dan Ousmane Dembele, yang baru juga memenangkan trofi Champions bersama Paris Saint Germain. Pertandingan baru memasuki menit ke-12, Yamal mengirim assist untuk Nico Williams sebagai gol pembuka bagi Spanyol.

Kemudian, memasuki babak kedua, Yamal tampil lebih agresif dengan menyumbang dua gol, diselingi satu gol dari Pedri dan satu balasan dari Kylian Mbappé. Spanyol sempat unggul 5-1.

Prancis yang tak gentar dari serangan brutal Spanyol, akhirnya berhasil ciptakan tiga gol sekaligus. Gol balasan itu tercipta dari Rayan Cherki, gol bunuh diri Dani Vivian, dan sundulan Randal Kolo Muani membuat skor akhir ketat 5-4. Hal ini juga diakui oleh Yamal yang merasa kewalahan untuk menahan gempuran balik dari Prancis.

"Prancis merupakan tim hebat. Mereka memaksa kami menderita dan bertahan menjelang menit akhir. Tapi kami bersyukur sekaligus bahagia, bisa lolos ke final," ucapnya.

Meskipun Yamal diisukan masuk kandidat sebagai pemain yang dapat meraih Ballon d'Or musim ini, tapi ia tidak ingin terjebak dalam hal tersebut. "Saya selalu bilang ke ibu saya, saya hanya ingin memberikan yang terbaik di lapangan. Itulah alasan saya bangun pagi dan bermain sepak bola," tambahnya.

Rekan setimnya, Nico Williams, dan Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol, Rafael Louzán, bersepakat menyuarakan dukungan untuk Yamal meraih penghargaan pemain terbaik dunia musim ini. Spanyol kini dengan lantang menantang Portugal yang masih diperkuat Cristiano Ronaldo di final Nations League, Senin (9/6) di Allianz, Munchen, Jerman.

Sementara Prancis harus puas berebut tempat ketiga lawan tuan rumah Jerman. "Portugal juga tim hebat seperti Prancis. Tapi kami akan berjuang hingga berhasil membawa trofi tersebut masuk ke lemari Spanyol," pungkas Yamal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore