Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 00.31 WIB

Arsenal Tawarkan Kontrak Baru untuk Thomas Partey, Tapi Ada Syarat Berat untuk Sang Gelandang

Thomas Partey optimistis Arsenal bisa kalahkan Real Madrid di leg kedua Liga Champions tanpa ubah gaya bermain. (Dok. EXPRESS) - Image

Thomas Partey optimistis Arsenal bisa kalahkan Real Madrid di leg kedua Liga Champions tanpa ubah gaya bermain. (Dok. EXPRESS)

JawaPos.com – Nasib Thomas Partey di Arsenal memasuki babak akhir. Setelah sempat santer dikabarkan akan hengkang secara gratis musim panas ini, manajemen The Gunners akhirnya menawarkan perpanjangan kontrak, meski dengan beberapa syarat yang membuat situasi menjadi rumit.

Menurut laporan eksklusif jurnalis Charles Watts, skenario paling mungkin saat ini adalah Partey bertahan di Emirates, meski negosiasi antara pihak klub dan sang pemain masih berlangsung alot. Dalam waktu yang sama, Barcelona, Atletico Madrid, Juventus, hingga klub-klub Saudi juga disebut ikut memantau situasi gelandang asal Ghana itu.

Performa Gemilang, Tapi Gaji Jadi Batu Sandungan

Usianya memang sudah menginjak 31 tahun, tapi musim lalu Partey justru tampil seperti pemain yang baru mencapai puncak karier. Ia menjadi pemain dengan penampilan terbanyak kedua di skuad Arsenal musim 2024/25—hanya kalah dari Leandro Trossard—dengan 52 pertandingan, 4 gol, dan 3 assist.

Penampilannya yang bebas dari cedera untuk pertama kalinya dalam beberapa musim meyakinkan Arteta dan manajemen bahwa Partey masih layak dipertahankan. Tapi masalah muncul pada negosiasi gaji.

“Partey ingin mempertahankan nilai kontrak lamanya. Arsenal ingin menurunkan gaji karena faktor usia dan riwayat cedera. Inilah yang membuat negosiasi alot,” jelas Charles Watts.

Dengan gaji saat ini di atas GBP 200.000 per minggu, Partey termasuk dalam lima pemain bergaji tertinggi di klub. Sementara Arsenal ingin menyusun ulang struktur gaji pasca kepergian Jorginho dan kedatangan pemain baru seperti Martin Zubimendi.

Model Kontrak Fleksibel Jadi Jalan Tengah

Salah satu solusi yang disebutkan adalah kontrak 1+1 tahun: gaji tetap besar di tahun pertama, namun disertai opsi pengurangan jika kontrak diperpanjang di tahun kedua. Ini dianggap ideal oleh pihak klub, mengingat Partey tetap akan menjadi pilar penting musim depan—khususnya di posisi “nomor enam”.

“Mungkin tahun pertama bisa dipertahankan, lalu tahun kedua (jika diaktifkan) gajinya bisa diturunkan. Ini model yang sedang dibahas,” kata Watts.

Skema ini juga menjadi pertimbangan karena kepergian Jorginho ke Flamengo sudah dipastikan, dan transfer Zubimendi meski hampir selesai, tetap tak cukup menambal kekosongan jika Partey juga pergi.

Mengandalkan Zubimendi Saja = Judi Besar

Banyak pihak menilai bahwa Arsenal tak bisa hanya mengandalkan Zubimendi seorang diri untuk posisi gelandang bertahan. Meski Declan Rice bisa dimainkan lebih ke dalam, namun itu akan mengorbankan performanya yang luar biasa di sektor “left eight”—di mana ia mencetak banyak gol dan assist musim lalu.

Opsi lain seperti Myles Lewis-Skelly atau eksperimen dengan Ben White terlalu berisiko, dan pelajaran dari musim lalu menunjukkan bahwa Arsenal tidak boleh mengulang kesalahan dengan mengambil terlalu banyak risiko.

“Zubimendi mungkin bagus, tapi kamu tidak bisa hanya mengandalkannya. Kalau Partey cedera, kamu langsung kehilangan keseimbangan,” tegas Watts.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore