Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 17.52 WIB

Ruben Amorim Tegaskan Penderitaan Musim Ini Akan Jadi Bahan Bakar untuk Bangkit

Ruben Amorim saat konferensi pers di Carrington menjelang laga kontra Aston Villa, menegaskan tekad untuk bangkit musim depan. (Dok. manutd.com) - Image

Ruben Amorim saat konferensi pers di Carrington menjelang laga kontra Aston Villa, menegaskan tekad untuk bangkit musim depan. (Dok. manutd.com)

JawaPos.com - Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, menyampaikan pesan penuh semangat jelang pertandingan terakhir musim ini melawan Aston Villa. Meski masih dirundung kekecewaan usai kekalahan dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa, Amorim menekankan pentingnya menjadikan penderitaan musim ini sebagai titik balik perubahan.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Carrington pada Sabtu (24/5/2025), Amorim mengakui kekalahan di final sangat menyakitkan, terlebih karena United tampil dominan namun gagal mencetak kemenangan.

Amorim menyebut bahwa kegagalan di laga sepenting itu sulit diterima, namun tetap memilih untuk fokus pada hal-hal positif ke depan.

"Kami tim yang lebih baik di laga itu, punya lebih banyak peluang, tapi hasilnya berkata lain. Sakit rasanya, tapi inilah sepak bola," ucap Amorim kepada media, dilansir dari manutd.com.

Amorim juga menanggapi isu seputar masa depan sejumlah pemain, termasuk Bruno Fernandes dan Alejandro Garnacho. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan musim dengan kemenangan dan baru setelah itu akan membahas masa depan para pemain.

"Saya akan bicara dengan para pemain setelah pertandingan terakhir. Fokus kami sekarang adalah menutup musim dengan baik di depan para pendukung," tegasnya.

Pelatih asal Portugal ini juga menjawab soal rendahnya moral tim usai serangkaian hasil buruk musim ini. Menurutnya, satu-satunya jalan untuk bangkit adalah dengan menghadapi laga terakhir secara maksimal dan menjadikannya titik awal bagi kebangkitan di musim depan.

"Musim ini sangat berat, saya tidak akan menyangkal itu. Tapi kami punya kesempatan untuk menutupnya dengan cara yang lebih baik," tambah Amorim.

Amorim menyadari bahwa perubahan besar dibutuhkan untuk mencapai level tim seperti Aston Villa yang tampil stabil sepanjang musim. Namun, ia yakin dengan waktu dan strategi yang tepat, United bisa kembali ke jalur yang benar.

"Tentu butuh waktu. Saya tak bisa bilang berapa jendela transfer yang dibutuhkan, tapi kami akan terus berkembang," kata Amorim optimistis.

Amorim juga menegaskan bahwa tantangan besar dalam membenahi skuad bukan sesuatu yang membuatnya khawatir, melainkan justru memacu semangatnya. Ia menyebut bahwa selama enam bulan terakhir, klub sudah melakukan banyak perubahan signifikan.

"Kami telah melakukan banyak perubahan, bahkan hal-hal yang biasanya butuh tiga sampai lima tahun untuk diubah. Sekarang waktunya menikmati proses dan menatap masa depan dengan semangat," ujarnya.

Ketika ditanya soal pernyataan Luke Shaw yang menyebut para pemain harus mengevaluasi apakah mereka layak mengenakan seragam Manchester United, Amorim memilih untuk menunda penilaian hingga musim benar-benar berakhir.

"Kami tahu apa yang harus dilakukan. Evaluasi penuh akan dilakukan setelah pertandingan melawan Villa," katanya singkat.

Menariknya, meskipun sebelumnya menginginkan bergabung di akhir musim, Amorim kini bersyukur datang lebih awal. Ia menilai pengalaman enam bulan terakhir sangat berharga untuk mempersiapkan musim baru dengan lebih baik.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore