
Luis Diaz (dok. Liverpool)
JawaPos.com–Barcelona mulai bergerak cepat menatap musim baru. Meski baru saja merayakan gelar juara La Liga musim 2024/2025, pelatih anyar Hansi Flick tak mau larut dalam euforia.
Targetnya jelas, juara Liga Champions musim depan. Flick mengincar amunisi baru di lini depan. Sosok yang tengah dibidik bukan nama sembarangan. Dia adalah winger lincah milik Liverpool Luis Diaz.
Kabar ketertarikan ini menyeruak hanya beberapa hari setelah Barca kalah 3-2 dari Villarreal pada pekan ke-37 La Liga. Namun, kekalahan itu tak terlalu mengguncang karena Blaugrana sudah memastikan gelar lebih dulu.
Fokus utama kini tertuju pada persiapan skuad untuk menghadapi tantangan Eropa musim depan. Bagi Flick, memperkuat sektor depan adalah kebutuhan mendesak. Usia Robert Lewandowski yang sudah menginjak 36 tahun membuat Barcelona tak bisa terus bergantung pada ketajaman sang bomber asal Polandia.
Butuh sosok pendamping sekaligus pelapis yang bisa memberi dimensi baru dalam menyerang. Dan nama Luis Diaz pun mencuat sebagai kandidat utama.
Menurut laporan dari ESPN, Diaz dianggap sebagai opsi ideal untuk menambah daya dobrak Barcelona. Namun, langkah untuk mendatangkan sang winger Kolombia dipastikan tak mudah. Liverpool tentu tidak akan melepas salah satu pemain kuncinya tanpa perlawanan.
Luis Diaz tampil gemilang bersama Liverpool musim ini. Dalam seluruh kompetisi, dia mencetak 17 gol dan menyumbang lima assist. Statistik tersebut membuatnya berada di posisi tiga besar pencetak kontribusi gol terbanyak di skuad The Reds, hanya kalah dari Cody Gakpo (23 kontribusi gol) dan Mohamed Salah (56 kontribusi gol).
Meski jumlahnya masih berada di bawah Lewandowski (43 gol), Raphinha (56), dan wonderkid Lamine Yamal (39) di skuad Barcelona, Diaz tetap menunjukkan performa yang stabil. Salah satu kelebihannya adalah fleksibilitas posisi.
Meski lebih nyaman bermain di sayap kiri, Diaz kerap diturunkan sebagai striker tengah saat Liverpool kekurangan opsi. Adaptasi semacam inilah yang menjadi poin plus di mata Flick.
Bagi pelatih asal Jerman itu, kehadiran Diaz bisa menjadi solusi atas dua hal sekaligus. Pertama, sebagai rekan duet atau pelapis Lewandowski, terutama mengingat sang striker senior sudah memasuki usia senja dalam karirnya. Kedua, untuk mengurangi beban Lamine Yamal yang masih sangat muda dan rawan kelelahan fisik maupun mental jika terus-menerus dimainkan.
Selain urusan teknis, faktor finansial juga menjadi pertimbangan penting. ESPN melaporkan bahwa Liverpool membanderol Diaz di angka sekitar GBP 67 juta. Harga yang cukup tinggi, terlebih kondisi keuangan Barcelona belum sepenuhnya pulih usai krisis beberapa musim terakhir.
Barcelona perlu melakukan negosiasi cermat agar tidak menambah beban utang mereka. Situasi ini membuat perekrutan Diaz bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, dia adalah pemain berpengalaman dengan kemampuan yang terbukti.
Namun di sisi lain, usia Diaz yang sudah 28 tahun menimbulkan pertanyaan tentang durasi kontribusinya di masa depan. Apakah dia bisa bertahan lama di level tertinggi atau justru sudah melewati masa puncaknya?
Meski demikian bagi Flick, Diaz tetap merupakan pemain dengan karakteristik yang cocok untuk gaya bermainnya. Pelatih 59 tahun itu dikenal menyukai pemain cepat, eksplosif, dan bisa melakukan pressing tinggi, ciri khas Diaz selama membela Liverpool.
Jika dia benar-benar mendarat di Camp Nou, bisa dipastikan Barca akan memiliki opsi serangan yang lebih dinamis.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
