Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 20.26 WIB

Janji Ruben Amorim Kepada Fans Manchester United di Periode Buruk Liga Inggris

Ruben Amorim merasa malu atas performa Manchester United di Liga Inggris setelah keok lawan West Ham. (X/@ManUtd)

 

JawaPos.com - Ruben Amorim secara mengejutkan mengatakan bahwa Manchester United harus menunjuk seorang pelatih kepala baru untuk menggantikannya jika ia tidak dapat membuat perubahan besar di Old Trafford pada musim depan.

Manchester United akan menghadapi Tottenham di final Liga Europa 2024/2025 pada 21 Mei, namun mereka telah mengalami musim terburuk mereka di Liga Inggris musm ini.

Manchester United kini merosot ke peringkat 16 klasemen setelah mengalami kekalahan 0-2 atas West Ham dalam laga lanjutan Liga Inggris pekan 36 di Old Trafford, Minggu (11/5) malam WIB. Tim tamu menang lewat gol dari Tomas Soucek dan Jarrod Bowen.

Amorim diprediksi akan diberi waktu untuk menanamkan gaya permainan yang ia sukai, namun ia tahu bahwa dirinya akan berada dalam posisi yang sulit jika gagal memberikan perubahan pada musim depan.

“Saya tidak ingin membicarakan pemain,” ujar Amorim dalam konferensi pers usai pertandingan. "Semua orang di sini harus berpikir serius tentang banyak hal."

"Semua orang berpikir tentang final. Final bukanlah masalahnya. Kami memiliki hal-hal yang lebih besar untuk dipikirkan. Saya berbicara tentang diri saya sendiri dan kultur di klub. Budaya di dalam tim. Saya memiliki perasaan itu - kami harus mengubahnya."

"Kami harus benar-benar kuat di musim panas dan berani, karena kami tidak akan menjalani musim depan seperti ini."

“Jika kami kembali memulai seperti ini di musim depan, jika perasaan itu masih ada di sini, kami harus memberikan ruang kepada orang-orang yang baru untuk klub ini.”

Dengan kekalahan itu, Setan Merah tanpa kemenangan dalam tujuh pertandingan Premier League (dua kali imbang, lima kali kalah), rekor terpanjang dalam sejarah kompetisi, setelah sebelumnya juga mengalami tujuh pertandingan tanpa kemenangan antara September dan November 1992.

Kekalahan tersebut merupakan kekalahan kesembilan Manchester United di kandang sendiri di Premier League musim ini, kekalahan terbanyak dalam satu musim liga sepanjang sejarah mereka, bersama dengan 1930/1931, 1933/1934 dan 1962/1963.

Tujuh dari kekalahan di Old Trafford tersebut terjadi di bawah asuhan Amorim, dengan dua di antaranya terjadi di bawah asuhan Erik ten Hag sebelum ia dipecat pada Oktober lalu.

Manchester United sebelumnya hanya pernah finis di luar enam besar Liga Inggris dalam dua kesempatan, sementara finis di posisi kedelapan di bawah asuhan Ten Hag musim lalu adalah yang terendah sejak rebranding menjadi Premier League.

Setan Merah berada di jalur untuk meraih hasil terburuk sejak terdegradasi dari Divisi Satu di posisi ke-21 pada 1973/1974, membuat Amorim merasa terhina.

Ketika ditanya tentang perasaannya terhadap posisi Manchester United di liga, Amorim sampai mengatakan: "Bagaimana perasaan seorang pelatih Manchester United dalam posisi itu? Malu," pungkas Amorim.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore