Ange Postecoglu (dok. Spurs)
JawaPos.com – Tottenham Hotspur menorehkan sejarah baru dengan melaju ke final Liga Europa setelah menundukkan Bodo/Glimt 2-0 di Aspmyra Stadion, Kamis (8/5) malam waktu setempat. Kemenangan ini melengkapi agregat 5-1, memastikan langkah Spurs ke partai puncak yang akan mempertemukan mereka dengan Manchester United di Bilbao pada 21 Mei mendatang.
Musim ini bukanlah perjalanan yang mudah bagi Tottenham. Di Premier League, mereka terpuruk di posisi ke-16 dengan 19 kekalahan dari 35 pertandingan. Namun, di kancah Eropa, pasukan Ange Postecoglou menunjukkan wajah berbeda. Mereka tampil solid dan konsisten, membuktikan bahwa semangat juang belum padam meski badai menerpa di kompetisi domestik.
Bermain di tengah suhu dingin dan lapangan sintetis khas wilayah Arktik, Spurs tampil tenang dan disiplin. Setelah menahan gempuran Bodo/Glimt di babak pertama, mereka mulai mengambil alih permainan di paruh kedua. Dominic Solanke membuka keunggulan pada menit ke-63 melalui sundulan memanfaatkan bola liar hasil tendangan sudut. Enam menit berselang, Pedro Porro menggandakan keunggulan dengan tendangan silang yang mengecoh kiper lawan, Nikita Haikin.
Kemenangan ini tidak hanya membawa Spurs ke final, tetapi juga mencatatkan rekor baru sebagai jumlah kemenangan terbanyak mereka dalam satu musim kompetisi Eropa, yakni sembilan kemenangan. Satu kemenangan lagi di final akan mengantarkan mereka ke Liga Champions musim depan dan mengakhiri puasa gelar sejak 2008.
Baca Juga: Dividen BUMN Tersedot ke Danantara, PNBP Turun, Kemenkeu Upayakan Extra Effort
Postecoglou: Siapa Peduli Apa Kata Orang?
Usai pertandingan, Ange Postecoglou menanggapi pertanyaan media tentang anggapan bahwa keberhasilan di Liga Europa tidak cukup untuk menyelamatkan musim Spurs. Dengan tegas, ia menjawab, "Apa peduliku dengan apa yang dikatakan Manchester United? Mengapa itu relevan bagiku? Anda lebih tahu tentang klub ini daripada saya. Menurut Anda, apa arti sebuah trofi bagi klub ini?"
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Postecoglou fokus pada timnya sendiri dan tidak terpengaruh oleh opini luar. Ia menegaskan bahwa kemenangan di Liga Europa akan menjadi pencapaian besar bagi Spurs, terutama di tengah musim yang penuh tantangan.
Pertemuan dengan Manchester United di final akan menjadi laga all-English pertama di Liga Europa sejak 2019. Kedua tim sama-sama mengalami musim yang sulit di liga domestik, namun berhasil menunjukkan performa impresif di kompetisi Eropa. Bagi Spurs, ini adalah kesempatan emas untuk menebus diri dan membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan di kancah sepak bola Eropa.
Dengan semangat juang yang tinggi dan keyakinan dari sang pelatih, Tottenham siap menghadapi tantangan terakhir di Bilbao. Kemenangan akan menjadi penutup manis musim ini dan awal dari era baru yang lebih gemilang.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
