
Striker dan kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Bayern Munchen. (Istimewa)
JawaPos.com - Lautaro Martinez mengungkapkan momen emosional yang dialaminya sebelum laga dramatis melawan Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions 2024/2025. Penyerang asal Argentina itu mengaku sempat menangis di rumah selama dua hari, mengira ia akan absen di pertandingan penting tersebut akibat cedera otot yang didapatnya pada leg pertama di Montjuic.
Pada leg pertama, Inter Milan dan Barcelona bermain imbang 3-3 di Montjuic, namun leg kedua di San Siro menghadirkan drama yang lebih besar. Inter Milan unggul lebih dulu 2-0 di babak pertama lewat gol Lautaro Martinez pada menit ke-21 dan penalti Hakan Calhanoglu setelah Lautaro dilanggar Pau Cubarsi.
Meski sempat tertinggal 3-2, Inter mampu menyamakan kedudukan di masa injury time melalui gol Francesco Acerbi, memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Di babak tersebut, Davide Frattesi menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan di menit ke-99, memastikan kemenangan 4-3 bagi Inter dan agregat 7-6.
Lautaro mengungkapkan kepada Sky Sport Italia bahwa ia sempat merasa putus asa.
"Saya merasakan sakit di kaki dan selama dua hari pertama saya hanya duduk di rumah sambil menangis. Namun, kami melakukan kerja keras bersama tim medis dan saya berhasil pulih, meski tidak dalam kondisi 100%," tuturnya.
Lautaro tetap memaksakan diri bermain sebagai starter dan bahkan berhasil mencetak gol pembuka dari umpan Denzel Dumfries. Ia juga dilanggar di kotak penalti oleh Pau Cubarsi, yang berujung pada gol penalti Hakan Calhanoglu.
"Inilah cara saya menjalani sepak bola. Anda harus memberikan segalanya di pertandingan seperti ini. Saya berjanji kepada keluarga saya bahwa saya akan turun ke lapangan hari ini," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Lautaro Martinez tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap performa Inter Milan yang disebutnya semakin berkembang dalam empat hingga lima tahun terakhir.
"Kami menghadapi tim yang kuat, tapi Inter setiap tahunnya terus meningkatkan levelnya. Kami bangga dengan itu. Tim ini tidak pernah menyerah, dan atmosfer stadion sangat luar biasa," tambahnya.
Inter Milan kini akan menghadapi Arsenal atau Paris Saint-Germain di final Liga Champions yang akan digelar di Munich pada (31/5) mendatang. Ini menjadi final kedua Inter dalam tiga tahun terakhir, setelah pada 2023 mereka kalah 0-1 dari Manchester City di Istanbul.
"Sejak kekalahan di final tahun lalu, kami sudah memikirkan momen ini. Sekarang, kami harus memulihkan energi, menyelesaikan musim dengan baik, dan tahu bahwa kami punya kesempatan lagi untuk menulis sejarah," kata Lautaro penuh semangat.
Lautaro Martinez yang tampil sebagai kapten di leg kedua itu menutup wawancara dengan janji besar.
"Kami mencapai final di 2023, tapi kali ini kami ingin sampai di sana dan memenangkannya. Kami akan melakukan segalanya untuk membawa Inter Milan ke puncak sepak bola Eropa," pungkasnya.
Inter Milan kini menatap final dengan optimisme tinggi, berharap bisa membawa pulang trofi Liga Champions yang terakhir kali mereka raih pada 2010 bersama Jose Mourinho.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
