Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 13.55 WIB

Wacana Piala Dunia 2030 dengan Format 64 Peserta Terus Menuai Penolakan, Kini Giliran Presiden CONCACAF yang Menentang

Trofi Piala Dunia. (Mike Egerton/PA Images)

JawaPos.com - Usulan untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 negara kian menuai penolakan dari berbagai konfederasi sepak bola dunia. Setelah sebelumnya UEFA (Eropa) dan AFC (Asia) menyampaikan ketidaksetujuan, kini giliran CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) yang turut menentang ide tersebut.

Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, secara terbuka menyatakan bahwa rencana untuk memperluas jumlah tim di Piala Dunia 2030 tidak tepat. Ia menilai wacana ini belum tentu memberikan dampak positif, baik bagi turnamen maupun seluruh ekosistem sepak bola.

"Saya tidak percaya memperluas Piala Dunia putra menjadi 64 tim adalah langkah yang tepat untuk turnamen itu sendiri," kata Montagliani kepada ESPN.

"Dan ekosistem sepak bola yang lebih luas, dari tim nasional hingga kompetisi klub, liga, dan pemain," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden FIFA itu.

Gagasan agar Piala Dunia 2030 diikuti oleh 64 tim sebenarnya pertama kali diusulkan oleh Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez. Namun, ide tersebut belum mendapat dukungan luas.

Montagliani pun mengkritik bahwa wacana tersebut muncul di saat Piala Dunia 2026 dengan format 48 tim bahkan belum dimulai. Menurutnya, sebaiknya format baru itu diuji dulu sebelum kembali ditambah jumlah peserta.

Pada Piala Dunia 2026 nanti, yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, jumlah peserta memang sudah bertambah dari 32 menjadi 48 tim. Ini menjadi perubahan signifikan sejak edisi terakhir di Qatar 2022.

"Kami bahkan belum memulai Piala Dunia dengan format 48 tim yang baru. Jadi secara pribadi, saya rasa perluasan menjadi 64 tim tidak seharusnya menjadi pertimbangan," ungkap Montagliani lagi.

Piala Dunia 2030 sendiri akan menandai perayaan 100 tahun turnamen ini sejak pertama kali digelar pada 1930 di Uruguay. Untuk memperingati usia satu abad, kompetisi ini akan digelar di tiga negara, yakni Portugal, Spanyol, dan Maroko, dengan laga pembuka tetap akan dimainkan di Uruguay.

Dengan adanya penolakan dari berbagai pihak terhadap wacana 64 tim di Piala Dunia 2030, maka peluang negara-negara berkembang seperti Indonesia akan tetap bergantung pada performa di lapangan, bukan dari kuota tambahan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore