Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 April 2025 | 19.10 WIB

Perpisahan Mats Hummels: Dari Dortmund ke Roma, Legenda yang Tak Terlupakan

Bek kawakan Jerman dan AS Roma, Mats Hummels memutuskan pensiun di akhir musim nanti. Sumber foto: (Dok. FIFA) - Image

Bek kawakan Jerman dan AS Roma, Mats Hummels memutuskan pensiun di akhir musim nanti. Sumber foto: (Dok. FIFA)

JawaPos.com - Bek tengah Jerman dan AS Roma, Mats Hummels, menyatakan akan pensiun di akhir musim, demikian ungkap pemenang Piala Dunia 2014 ini pada hari Jumat (4/4), sekaligus mengakhiri kariernya yang hampir dua dekade.

Sebagai produk akademi Bayern Munchen, Hummels gagal membuat dampak di tim utama untuk Bavaria pada saat itu. Ia kemudian memutuskan pindah ke rival bebuyutan Borussia Dortmund pada tahun 2008.

Hummels langsung menjadi pilar di lini pertahanan Dortmund bersama Neven Subotic, yang keduanya saat itu diasuh oleh Jürgen Klopp dan membantu Die Borussen meraih banyak kejayaan. 

Secara total, Hummels memenangkan 2 gelar Bundesliga, 2 Piala Jerman, dan 3 Piala Super Jerman selama bermain di Signal Iduna Park.

Pemain berusia 36 tahun ini nyaris memenangkan Liga Champions dua kali bersama Dortmund saat mereka finis sebagai runner-up pada musim 2012/13 dan 2023/24.

Selain prestasi di klub, Hummels juga pernah menjuarai Euro U-21 bersama Jerman dan membantu tim nasionalnya menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil dengan kemenangan 2-1 atas Argentina. Gol kemenangan dicetak oleh mantan rekan setimnya saat itu, Mario Gotze.

"Saya sedang bergelut dengan emosi saya saat ini. Sekarang tiba saat yang tidak dapat dihindari oleh pesepak bola. Setelah lebih dari 18 tahun dan begitu banyak hal yang diberikan sepak bola kepada saya, saya mengakhiri karier saya musim panas ini,” kata Hummels seperti dinukil dari media sosial pribadinya.

"Saya tahu betapa berartinya seluruh perjalanan ini, sepanjang perjalanan ini bagi saya. Betapa luar biasanya saya bisa mengalami hal itu.

"Karena dibutuhkan banyak hal, memiliki pelatih yang tepat di waktu yang tepat, kondisi fisik yang fit di waktu yang tepat, rekan setim yang tepat di waktu yang tepat. Dan saya telah melihat begitu banyak pemain, begitu banyak pelatih, yang membuat saya berhutang banyak.”

Setelah kesuksesannya di Dortmund, Hummels memutuskan untuk kembali ke klub masa kecilnya pada musim 2016/17, yang dianggap sebagai langkah pengkhianatan oleh para penggemar.

Hummels sebelumnya membantu Bayern Munchen meraih berbagai trofi yaitu 4 gelar Bundesliga, 2 Piala Jerman, dan 3 Piala Super Jerman. 

Pada tahun 2019, Hummels kembali ke Signal Iduna Park, di mana ia masih memberikan dampak, memenangkan trofi dan membawa timnya ke Final Liga Champions untuk kedua kalinya, menjadi pemain terbaik dan mencetak gol dalam pertandingan semifinal penting melawan Paris Saint-Germain.  

Tahun terakhirnya di sepak bola profesional kini dihabiskan di ibu kota Italia bersama Roma, di mana kehidupannya tidak selalu berjalan mulus di Stadio Olimpico.

Hummels bergabung dengan status bebas transfer, yang secara resmi diumumkan pada 4 September, tetapi saat itu pelatih Daniele De Rossi diberhentikan dua minggu kemudian, hanya dalam empat pertandingan di musim 2024/25.

Setelah melewatkan pra-musim, butuh beberapa waktu bagi Hummels untuk mencapai kebugaran yang sesuai, namun pengganti De Rossi, Ivan Juric tampak enggan menurunkan pemain veteran asal Jerman tersebut selama masa jabatannya, bahkan ketika ia tersedia untuk bermain.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore