Manchester United bersiap menghadapi tantangan besar demi mewujudkan ambisi juara Premier League 2028. (@manchesterunited)
JawaPos.com–Manchester United memiliki target besar untuk meraih gelar Premier League pada 2028, tepat pada perayaan ulang tahun ke-150 klub. Namun, banyak pihak yang meragukan ambisi ini, terutama mengingat performa tim yang tengah terpuruk.
Perbandingan dengan masa lalu sering muncul, seperti saat Sir Alex Ferguson membawa United menjuarai FA Cup pada 1990 sebelum meraih gelar Premier League tiga tahun kemudian. Namun, situasi saat ini jauh berbeda dan tidak banyak yang percaya bahwa skenario serupa bisa terulang.
Saat ini, Setan Merah berada di peringkat ke-13, posisi yang sama dengan musim 1989-90 ketika mereka berjuang di papan bawah liga. Musim ini bisa menjadi kali kedua dalam sejarah Premier League di mana United finis di luar 10 besar. Transformasi seperti yang terjadi di era Ferguson tampak sulit terwujud dalam lanskap sepak bola modern.
Keputusan serta kebijakan transfer pemain masih menjadi tanda tanya besar. Ayden Heaven dan Patrick Dorgu bisa menjadi langkah awal yang baik, tetapi United tak lagi bisa menghamburkan ratusan juta pound untuk membangun skuad.
Manchester United memiliki sejarah menemukan pemain kunci yang mengangkat performa tim, seperti Bruno Fernandes yang membawa mereka finis di empat besar pada 2019-20 dan Casemiro yang menjadi elemen krusial di musim debutnya. Namun, keputusan transfer dalam beberapa tahun terakhir justru menjadi penghambat kemajuan klub.
Salah satu kesalahan besar yang dilakukan United adalah kegagalan merekrut Harry Kane pada musim panas 2023. Klub malah membebankan tanggung jawab mencetak gol kepada Rasmus Hojlund yang masih berusia 20 tahun dan belum memiliki rekam jejak yang mentereng. Sementara itu, Kane mencetak lebih banyak gol dalam satu musim dibandingkan seluruh karir Hojlund sebelumnya.
Meski banyak yang skeptis, sejarah menunjukkan bahwa tim besar bisa bangkit secara tiba-tiba. Liverpool hampir menjuarai liga pada 2014 setelah absen dari kompetisi Eropa. Leicester City melompat dari peringkat ke-14 pada 2015 ke juara pada 2016. Chelsea pun pernah finis di peringkat ke-10 pada 2016 sebelum kembali menjadi juara setahun kemudian.
Namun, United juga bisa jatuh ke dalam jebakan seperti yang mereka alami pada musim 2014-15, ketika mereka hanya meraih satu kemenangan dalam enam laga terakhir dan nyaris kehilangan tiket Liga Champions meskipun tidak bermain di Eropa.
Dengan ketidakpastian seputar kebijakan transfer, proyek stadion baru New Trafford, jalan menuju kejayaan Premier League 2028 tampak terjal. Apakah Manchester United bisa membuktikan keraguan para pengkritiknya? Atau ambisi ini hanya sekadar mimpi yang tak akan terwujud?

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
