Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Maret 2025 | 20.49 WIB

Manchester United dan Ambisi Juara Premier League 2028: Realistis atau Mustahil?

Manchester United bersiap menghadapi tantangan besar demi mewujudkan ambisi juara Premier League 2028. (@manchesterunited)

JawaPos.com–Manchester United memiliki target besar untuk meraih gelar Premier League pada 2028, tepat pada perayaan ulang tahun ke-150 klub. Namun, banyak pihak yang meragukan ambisi ini, terutama mengingat performa tim yang tengah terpuruk.

Perbandingan dengan masa lalu sering muncul, seperti saat Sir Alex Ferguson membawa United menjuarai FA Cup pada 1990 sebelum meraih gelar Premier League tiga tahun kemudian. Namun, situasi saat ini jauh berbeda dan tidak banyak yang percaya bahwa skenario serupa bisa terulang.

Saat ini, Setan Merah berada di peringkat ke-13, posisi yang sama dengan musim 1989-90 ketika mereka berjuang di papan bawah liga. Musim ini bisa menjadi kali kedua dalam sejarah Premier League di mana United finis di luar 10 besar. Transformasi seperti yang terjadi di era Ferguson tampak sulit terwujud dalam lanskap sepak bola modern.

Keputusan serta kebijakan transfer pemain masih menjadi tanda tanya besar. Ayden Heaven dan Patrick Dorgu bisa menjadi langkah awal yang baik, tetapi United tak lagi bisa menghamburkan ratusan juta pound untuk membangun skuad.

Manchester United memiliki sejarah menemukan pemain kunci yang mengangkat performa tim, seperti Bruno Fernandes yang membawa mereka finis di empat besar pada 2019-20 dan Casemiro yang menjadi elemen krusial di musim debutnya. Namun, keputusan transfer dalam beberapa tahun terakhir justru menjadi penghambat kemajuan klub.

Salah satu kesalahan besar yang dilakukan United adalah kegagalan merekrut Harry Kane pada musim panas 2023. Klub malah membebankan tanggung jawab mencetak gol kepada Rasmus Hojlund yang masih berusia 20 tahun dan belum memiliki rekam jejak yang mentereng. Sementara itu, Kane mencetak lebih banyak gol dalam satu musim dibandingkan seluruh karir Hojlund sebelumnya.

Meski banyak yang skeptis, sejarah menunjukkan bahwa tim besar bisa bangkit secara tiba-tiba. Liverpool hampir menjuarai liga pada 2014 setelah absen dari kompetisi Eropa. Leicester City melompat dari peringkat ke-14 pada 2015 ke juara pada 2016. Chelsea pun pernah finis di peringkat ke-10 pada 2016 sebelum kembali menjadi juara setahun kemudian.

Namun, United juga bisa jatuh ke dalam jebakan seperti yang mereka alami pada musim 2014-15, ketika mereka hanya meraih satu kemenangan dalam enam laga terakhir dan nyaris kehilangan tiket Liga Champions meskipun tidak bermain di Eropa.

Dengan ketidakpastian seputar kebijakan transfer, proyek stadion baru New Trafford, jalan menuju kejayaan Premier League 2028 tampak terjal. Apakah Manchester United bisa membuktikan keraguan para pengkritiknya? Atau ambisi ini hanya sekadar mimpi yang tak akan terwujud? 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore