
Direktur olahraga Juventus Cristiano Giuntoli (kiri) dan Thiago Motta. (Dok. Juventus)
JawaPos.com–Masa kepemimpinan Thiago Motta sebagai pelatih Juventus dipastikan telah berakhir lebih cepat. Itu menyusul sejumlah hasil minor yang didapat klub maupun perselisihan dengan salah satu manajemen Bianconeri.
Musim yang penuh gejolak bagi Juventus sedang menuju perombakan, dengan pemecatan Thiago Motta dan klub memutuskan menunjuk Igor Tudor yang akan menjadi pelatih sementara. Namun, ketegangan di tubuh Juventus telah memuncak, karena direktur olahraga Cristiano Giuntoli dilaporkan mengecam Motta menyusul serangkaian hasil buruk yang didapat klub.
Kekalahan 0-3 Juventus dari Fiorentina baru-baru ini, yang terjadi setelah mereka dihajar 0-4 oleh Atalanta, membuktikan bahwa hal tersebut merupakan pukulan terakhir bagi Motta. Setelah kekalahan terakhir, menurut laporan Gazzetta dello Sport, Giuntoli diketahui menemui Motta dalam sebuah percakapan yang memanas seusai pertandingan.
Direktur Juventus sangat frustrasi dengan kurangnya urgensi dan respons tim terhadap kesulitan yang dihadapi. Terutama setelah dia secara pribadi mendesak mereka untuk bangkit dari kegagalan sebelumnya. Ditambah Giuntoli tidak begitu senang dengan sikap tenang Motta dalam menghadapi kekalahan beruntun yang memalukan tidak cocok dengan hierarki klub, yang mengharapkan reaksi yang lebih berapi-api.
"Juventus FC mengumumkan bahwa Thiago Motta telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai pelatih Tim Utama," bunyi pernyataan resmi klub.
"Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Thiago Motta dan seluruh stafnya atas profesionalisme dan pekerjaan yang telah mereka lakukan dalam beberapa bulan terakhir dengan penuh semangat dan dedikasi. Klub mendoakan yang terbaik untuk mereka di masa depan," tulis pernyataan itu.
Sebaliknya, pendekatan pasifnya hanya semakin memperkuat keyakinan bahwa Motta telah kehilangan kendali atas ruang ganti. Dengan peluang untuk lolos ke Liga Champions yang kini tergantung pada sebuah situasi, Juventus memutuskan untuk bertindak, membuka jalan bagi kembalinya Igor Tudor.
Tudor dikontrak manajemen Juventus hingga akhir musim ini menurut laporan yang beredar, dengan kewajiban untuk memperpanjang satu tahun lagi jika Bianconeri lolos ke Liga Champions, meskipun klub memiliki opsi untuk menarik diri dari kewajiban tersebut hingga 30 Juli.
Tudor, yang kini berusia 46 tahun, menghabiskan sebagian besar karir bermainnya di Juventus, tiba di Turin pada tahun 1998. Pada 2020/21, pria asal Kroasia ini juga pernah menjadi asisten Andrea Pirlo di Allianz Stadium selama satu musim.
Peran kepelatihan pertamanya datang pada 2013 bersama Hajduk Split, klub di mana dia memulai dan mengakhiri karirnya sebagai pemain, dan di Italia, Tudor pernah menangani Udinese, Verona, dan Lazio.
Tudor ditunjuk sebagai pelatih Lazio pada Maret tahun lalu untuk menggantikan Maurizio Sarri, namun dia mengundurkan diri di akhir musim, setelah membawa klub finis di peringkat tujuh dan lolos ke Liga Europa.
"Juventus FC juga mengumumkan bahwa Tim Utama sekarang akan dipimpin oleh Igor Tudor, yang akan memimpin sesi latihan pertamanya, Senin (24/3)," bunyi pernyataan klub.
Pertandingan pertama Tudor sebagai pelatih adalah saat menjamu Genoa pada Sabtu (29/3) waktu setempat, kemudian dilanjutkan dengan tandang ke Stadio Olimpico untuk menghadapi AS Roma.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
