Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 23.43 WIB

Ultras Juventus Boikot Laga di Markas Fiorentina, Sudah Habis Kesabaran dan Sebut Si Nyonya Tua Sudah Tak Layak Didukung

Suasana dukungan ultras Juve. (Dok. Juventus)

JawaPos.com - Juventus akan bertandang ke markas Fiorentina dalam lanjutan Serie A, Senin (17/3) dinihari WIB. Laga di stadion Artemio Franchi ini akan terasa sedikit berbeda. Pasalnya, Si Nyonya Tua dipastikan tidak mendapat support dari pendukungnya. Ya, para ultras menolak datang ke Firenze sebagai bentuk protes.

Mereka kecewa dengan performa anak asuh Thiago Motta. Saat ini Juve sudah tersingkir dari dua kompetisi, yaitu Liga Champions dan Coppa Italia. Peluang di Serie A juga kecil dengan tertahan di posisi keempat. Besar kemungkinan klub asal Turin tidak akan mendapatkan satu pun gelar musim ini.

Paling anyar, Juventus baru dihantam Atalanta empat gol tanpa balas. Hasil tersebut terasa semakin memalukan karena didapat di kandang sendiri.

Berbekal rentetan hasil buruk, ultras Juve merasa harus mengambil sikap. Untuk itu laga melawan Fiorentina mereka boikot sebagai bentuk kekecewaan.

“Di kandang, keheningan akan lebih keras dari sebelumnya. Tapi di Firenze kami tidak akan datang ke sana karena kalian tidak pantas mendapatkan dukungan kami," tulis ultras di Instagramnya.

“Tidak ada kata-kata lagi yang bisa menggambarkan aib ini. Kalian tidak akan pernah mendapatkan kami seperti yang kami inginkan. Kami adalah Juventus,” sambung pernyataan tersebut.

Puncak dari kekecewaan Juventini adalah kekalahan 0-4 dari Atalanta. Hal ini terlihat dari banyaknya bangku kosong yang ditinggal para supporter 20 menit sebelum laga berakhir.

Tidak sampai di situ. Usai pertandingan mereka juga menghina para pemain dan menuntut tim untuk segera bangkit.

Apa pun itu, ketidakhadiran ultras akan menjadi kerugian besar untuk Dusan Vlahovic dkk. Mereka butuh dukungan penuh untuk bangkit.

Apalagi Fiorentina merupakan rival panas. Ya, kendati bukan duel tim sekota dan La Viola kerap satu level di bawah Juve, pertemuan kedua tim identik dengan api kebencian.

Kondisi ini tak lepas dari kejadian masa lalu. Tepatnya era 80-an ketika kedua klub bersaing sengit dalam perebutan scudetto yang akhirnya dimenangkan Juventus.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore