Suasana dukungan ultras Juve. (Dok. Juventus)
JawaPos.com - Juventus akan bertandang ke markas Fiorentina dalam lanjutan Serie A, Senin (17/3) dinihari WIB. Laga di stadion Artemio Franchi ini akan terasa sedikit berbeda. Pasalnya, Si Nyonya Tua dipastikan tidak mendapat support dari pendukungnya. Ya, para ultras menolak datang ke Firenze sebagai bentuk protes.
Mereka kecewa dengan performa anak asuh Thiago Motta. Saat ini Juve sudah tersingkir dari dua kompetisi, yaitu Liga Champions dan Coppa Italia. Peluang di Serie A juga kecil dengan tertahan di posisi keempat. Besar kemungkinan klub asal Turin tidak akan mendapatkan satu pun gelar musim ini.
Paling anyar, Juventus baru dihantam Atalanta empat gol tanpa balas. Hasil tersebut terasa semakin memalukan karena didapat di kandang sendiri.
Berbekal rentetan hasil buruk, ultras Juve merasa harus mengambil sikap. Untuk itu laga melawan Fiorentina mereka boikot sebagai bentuk kekecewaan.
“Di kandang, keheningan akan lebih keras dari sebelumnya. Tapi di Firenze kami tidak akan datang ke sana karena kalian tidak pantas mendapatkan dukungan kami," tulis ultras di Instagramnya.
“Tidak ada kata-kata lagi yang bisa menggambarkan aib ini. Kalian tidak akan pernah mendapatkan kami seperti yang kami inginkan. Kami adalah Juventus,” sambung pernyataan tersebut.
Puncak dari kekecewaan Juventini adalah kekalahan 0-4 dari Atalanta. Hal ini terlihat dari banyaknya bangku kosong yang ditinggal para supporter 20 menit sebelum laga berakhir.
Tidak sampai di situ. Usai pertandingan mereka juga menghina para pemain dan menuntut tim untuk segera bangkit.
Apa pun itu, ketidakhadiran ultras akan menjadi kerugian besar untuk Dusan Vlahovic dkk. Mereka butuh dukungan penuh untuk bangkit.
Apalagi Fiorentina merupakan rival panas. Ya, kendati bukan duel tim sekota dan La Viola kerap satu level di bawah Juve, pertemuan kedua tim identik dengan api kebencian.
Kondisi ini tak lepas dari kejadian masa lalu. Tepatnya era 80-an ketika kedua klub bersaing sengit dalam perebutan scudetto yang akhirnya dimenangkan Juventus.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
