Julian Alvarez ketika membobol gawang Barcelona. (Dok. La Liga)
JawaPos.com – Pesepak bola timnas Argentina, Julian Alvarez mengakui keputusannya meninggalkan Manchester City dipicu oleh terbatasnya menit bermain dan perannya di lapangan dalam aksi The Citizen menjuarai Liga Champions musim 2022/2023.
The Citizen sukses menumbangkan Inter Milan di babak final tahun lewat gol tunggal Rodri. Pada laga itu, Alvarez tidak mendapat kesempatan tampil sama sekali selama perjuangan tim merebut gelar.
Bahkan ia tidak dimasukkan ke dalam daftar pemain yang duduk di bangku cadangan, seperti yang dia lakukan pada partai semifinal leg pertama melawan Real Madrid.
Setelah 12 bulan lebih beroperasi sebagai pelapis Erling Haaland di lini penyerangan City, Alvarez memberanikan diri untuk unjuk bakatnya di tempat lain, yakni dengan menandatangani kepindahan senilai GBP 81 juta ke Atletico Madrid pada Agustus 2024 lalu.
Menyadur dari 90min yang mengutip Infobae, mantan penyerang River Plate itu menjelaskan semua perasaannya ketika berseragam Manchester City.
“Sebenarnya (Manchester City) memercayai saya. Mereka membawa saya dari River (Plate) ke Eropa. Saya memainkan banyak pertandingan dan mencetak banyak gol, kami memenangkan gelar. Itu sangat sempurna,” ungkap Alvarez.
"Dan jika saya bertahan di sana, saya juga akan merasa (di zona) nyaman. Saya selalu mengatakan bahwa saya sangat berterima kasih kepada klub (City), tetapi saya memang membutuhkan sesuatu (menit bermain). Diri saya mengatakan kepada saya bahwa saya memerlukan tantangan yang berbeda," lanjutnya.
“Untuk mencari sesuatu yang baru, yang tentunya bukan motivasi, karena saya akan selalu ingin melanjutkan (potensi terbaik) untuk lebih seperti tantangan yang berbeda dalam karir saya. Dan saya merasa di sini (Atletico Madrid) bisa menjadi tempat saya untuk berkembang lebih baik,” tambahnya.
"Saya memang ingin memainkan pertandingan yang paling penting. Seperti yang saya katakan, saya tidak tahu, di final Liga Champions, saya tidak masuk bangku cadangan. Di semifinal pun saya tidak banyak bermain, dan saya ingin bermain di pertandingan seperti itu, dengan apa yang saya katakan sebelumnya, saya memikirkan tentang perubahan (pindah tim),” pungkas pemain 25 tahun itu.
Alvarez meninggalkan Manchester City dengan mencetak 36 gol dan 17 assist dalam 103 penampilannya. Meski 61 laga di antaranya ia dipercaya sebagai starter, tetapi sebagian besar peluangnya bermain datang ketika Haaland sedang cedera atau beristirahat.
Persaingan di lini depan tim waktu itu sangat ketat sehingga Pep Guardiola bahkan kadang-kadang memilih untuk menempatkannya di lini tengah untuk membantu mengalirkan bola ke striker utama mereka.
Sejak kepindahannya ke Atletico Madrid, Julian Alvarez telah membukukan 20 gol serta sumbangan lima assist dari 39 pertandingan di semua kompetisi. Ia juga membentuk duo maut bersama Antoine Griezmann di lini serang asuhan Diego Simeone yang ditakuti barisan lini pertahanan tim-tim La Liga lainnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
