Legenda AC Milan, Paolo Maldini. (AFP/Fayez Nureldine)
JawaPos.com - Paolo Maldini dianggap sebagai salah satu pemain bertahan terbaik sepanjang masa di era keemasan sepak bola dulu. Entah mengisi di lini belakang sisi kiri atau tengah, pemain timnas Italia ini adalah sosok dominan yang memakan penyerang lawan dan membuat mereka diam dengan mudah.
Maldini juga merupakan seorang pemimpin di lapangan sebagai kapten dan pengaruhnya terhadap tim setiap kali dia tampil sangat besar bahkan hingga mendapat julukan Il Capitano.
Selama 25 tahun berseragam AC Milan, pemain yang khas dengan rambut gondrongnya itu mempersembahkan hampir semua gelar yang perlu dimenangkan oleh Rossoneri.
Melewati berbagai era di Milan, Maldini berhasil merebut tujuh gelar Serie A dan empat trofi Liga Champions di antara susunan koleksi gelar lainnya yang ia miliki. Berkompetisi melawan tim-tim terbaik di dunia dan berhadapan dengan berbagai talenta terhebat yang ada di planet ini.
Sebagai pemain bertahan yang kini dianggap ikonik, pendapat Maldini tentang tentang olahraga ini akan didengar banyak orang dan sangat berpengaruh bagi pencinta sepak bola.
Melansir dari Givemesport yang mengutip All Football, dalam film dokumenter tentang Ronaldo Nazario, legenda timnas Italia sekaligus Milan ini menyebutkan tiga pemain terhebat yang pernah dilihatnya selama karir menawannya di dunia si kulit bundar.
Ronaldo Nazario
Adalah hal yang sangat pantas jika legenda timnas Brasil itu menjadi salah satu bintang yang disebutkan Maldini.
Sang penyerang adalah sebuah dinamit di lapangan sepak bola dan ke mana pun ia pergi dan apapun yang ia lakukan, striker dengan ciri khas nomor punggung sembilan itu merasa bahwa mencetak gol adalah naluri alaminya sebagai manusia. Hal ini pula yang membuat ia mendapat julukan El Fenomeno.
Penghambat utama Ronaldo dalam karirnya adalah cedera yang terus menghantuinya yang juga berdampak ke catatan statistiknya.
Kombinasi kecepatan dan kekuatan luar biasa didukung dengan instingnya mencetak gol membuatnya menjadi mimpi buruk bagi para pemain bertahan dan termasuk Maldini menyadari hal itu.
Keduanya pernah bermain bersama pada tahun 2007/2008 saat El Fenomeno berada di San Siro selama satu musim saja dan mereka hanya mendapat satu trofi Piala Dunia Antar Klub di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Meski sempat satu tim, Ronaldo dan Maldini lebih lama menjadi rival, tepatnya saat penyerang timnas Brasil itu berseragam Inter Milan pada musim 1997-2002.
Diego Maradona

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
