Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Februari 2025 | 21.55 WIB

Real Madrid Beri Pil Pahit The Cityzens, Pep Guardiola Akui Keterpurukan Manchester City: Kami Tidak di Level yang Seharusnya

Pep Guardiola tampak lunglai saat Manchester City kalah lawan Real Madrid. (Dok. UEFA) - Image

Pep Guardiola tampak lunglai saat Manchester City kalah lawan Real Madrid. (Dok. UEFA)

JawaPos.com- Manchester City harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Real Madrid 1-3 dalam leg kedua babak playoff Liga Champions, Kamis (20/2). Dengan hasil ini, City tersingkir dengan agregat 2-6, menandai pertama kalinya mereka gagal mencapai babak 16 besar sejak 2013.

Kylian Mbappe menjadi bintang dalam laga ini dengan mencetak hat-trick, membawa Madrid melaju ke babak berikutnya. Sementara itu, Pep Guardiola kini dihadapkan pada situasi sulit, terutama jelang laga melawan rival bebuyutan mereka, Liverpool, akhir pekan ini.

Setelah pertandingan, Guardiola mengakui bahwa timnya kalah dalam hal fisik dan ritme permainan yang ditampilkan oleh Real Madrid.

"Kami tidak bisa mengimbangi fisik dan ritme yang mereka miliki. Kami menerimanya. Kami akan berjuang untuk kembali ke sini tahun depan. Kami beruntung pernah memenangkan kompetisi ini sekali dan mencapai satu final lainnya," ujar Guardiola.

Guardiola juga menyoroti buruknya lini pertahanan City dalam laga ini, yang membuat mereka sulit mengimbangi permainan Madrid.

"Saat ini, kami tidak berada di level yang seharusnya. Kami tidak bertahan dengan baik. Saat bermain luar biasa di musim-musim sebelumnya, kekalahan terasa lebih menyakitkan dibandingkan hari ini," tambahnya.

City sebetulnya sudah dalam posisi sulit setelah kalah dramatis 2-3 di leg pertama di Etihad Stadium. Vinicius Junior bahkan sempat menyindir banner yang dibuat fans City untuk Rodri, yang merayakan pencalonannya dalam Ballon d'Or, melalui media sosial.

Petaka bagi City bertambah ketika mereka kebobolan dalam empat menit pertama di Santiago Bernabeu. Tak lama setelah itu, John Stones harus ditarik keluar karena cedera. Guardiola juga mengungkapkan bahwa Erling Haaland belum pulih dari cedera lututnya dan tidak cukup fit untuk dimainkan.

Guardiola menyadari bahwa timnya sedang mengalami transisi dan perlu perubahan untuk kembali kompetitif musim depan. Ia menegaskan bahwa City akan terus berusaha untuk mempertahankan posisinya di kompetisi Eropa.

"Pekan lalu sulit untuk diterima, tapi meskipun mendapatkan hasil baik, saya tahu betapa hebatnya mereka (Real Madrid). Dengan waktu, tim dan klub ini akan menerima situasi ini, dan kami punya 13 atau 14 pertandingan di Premier League untuk memastikan kami bisa kembali ke sini musim depan," katanya.

Guardiola juga menekankan bahwa perubahan dalam skuad adalah hal yang wajar dan tak ada yang bisa bertahan selamanya di puncak.

"Tidak ada yang abadi. Kami telah menjadi tim luar biasa, dan sekarang kami harus mencoba bertahan di level tertinggi. Kami tidak bisa memenangkan liga, jadi kami harus finis di empat atau lima besar agar bisa kembali ke Liga Champions. Dengan masalah yang kami hadapi, saya tidak bisa membawa stabilitas ke tim," ungkapnya

Ketika ditanya apakah ini merupakan awal dari perubahan siklus tim, Guardiola memberikan jawaban yang cukup terbuka.

"Ya, sedikit. Kami sudah mulai melakukannya. Tidak ada yang abadi, beberapa pemain sudah semakin tua," jelasnya

Haaland Absen, Madrid Diuntungkan Sementara itu, pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti menilai absennya Haaland membuat City kehilangan banyak kekuatan dalam laga ini. Ia juga memberikan tantangan kepada Mbappe untuk mengejar rekor gol Cristiano Ronaldo.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore