Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Februari 2025 | 14.22 WIB

Tersingkir Secara Tragis dari Liga Champions, Allenatore Sergio Conceicao Pasang Badan: Kesalahan Saya, Bukan Theo Hernandez

Sergio Conceicao menunjukkan ekspresi kesal setelah kekalahan AC Milan dari Feyenoord. (Football Italia) - Image

Sergio Conceicao menunjukkan ekspresi kesal setelah kekalahan AC Milan dari Feyenoord. (Football Italia)

JawaPos.com - Sergio Conceicao tak mau menyalahkan Theo Hernandez atas kartu merah yang diterimanya saat AC Milan tersingkir dari Liga Champions 2024/2025. Milan hanya mampu meraih hasil seri saat berjumpa Feyenoord pada leg kedua babak play-off Liga Champions. Bertanding di San Siro, Rabu (19/2) dini hari WIB, kedua tim bermain sama kuat 1-1.

Milan kalah di leg pertama 1-0 namun berhasil menyamakan kedudukan secara agregat di menit-menit awal setelah Santiago Gimenez mencetak gol ke gawang mantan timnya.

Namun, Hernandez mendapat peringatan kedua akibat melakukan diving pada menit 51 sebelum Julian Carranza mencetak gol sundulan yang menjadi satu-satunya tendangan tepat sasaran Feyenoord untuk membawa tim asal Belanda itu lolos dengan agregat 2-1.

Conceicao tidak akan menyalahkan pemain bertahan asal Prancis tersebut, namun, ia menyesali peluang yang hilang dalam pertandingan play-off dan kekalahan mereka atas Dinamo Zagreb di matchday terakhir fase grup.

"Ini jelas sebuah kegagalan, kami ingin mencapai babak 16 besar,” ujar Conceicao seperti dilansir dari laman Football Italia.

"Pertandingan ini menunjukkan bahwa kami lebih kuat dari lawan dan itu adalah episode yang menentukan, seperti di Zagreb, diusir keluar lapangan di sana, diusir keluar lapangan di sini.

“Anda bisa mengatakan bahwa wasit [Szymon Marciniak] terlalu keras, tetapi kami harus lebih kuat secara mental. Saya yang bertanggung jawab, bukan Theo.

"Theo telah memberikan begitu banyak hal kepada Milan, saya telah membuat banyak kesalahan dalam karier saya. Hingga kartu merah Theo, Feyenoord dalam kondisi tidak tahu bagaimana caranya mencetak gol. Kami kecewa dan marah.”

Ini merupakan kekalahan ketiga Conceiçao dalam dua setengah bulan masa kepelatihannya, namun sang pelatih asal Portugal itu menyatakan bahwa atmosfer yang ia temukan di Milan tidak membuat tugasnya lebih mudah.

“Saya tiba satu setengah bulan yang lalu, namun saya sudah dibandingkan dengan pelatih-pelatih yang sudah berada di sini selama bertahun-tahun,” tambah Conceicao.

“Kami belum bisa bekerja dengan skuad lengkap. Kami berlatih dengan hanya beberapa pemain yang melakukan hal-hal berbeda. Kami memenangkan satu-satunya trofi yang bisa kami menangkan, kami sudah berada di semifinal Coppa Italia, dan di liga, sejak saya tiba, kami telah meraih 14 poin sementara Napoli memiliki 15 poin. Itu tidak sempurna.

"Atmosfer di Milan bukanlah yang terbaik, dan kartu merah itu membuktikannya-kami harus memperbaiki hal ini. Percayalah, itu tidak mudah, tidak mudah."

Gimenez mencetak lima gol dalam jumlah penampilan Eropa musim ini untuk Feyenoord dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol bagi dan melawan tim yang sama dalam satu musim Liga Champions.

Penyerang asal Meksiko itu ditarik keluar setelah kartu kuning kedua Hernandez, namun, Conceicao menjelaskan keputusannya.

"Kami kehilangan satu pemain. Kemudian ada Santiago yang harus ditangani, ia mengalami masalah pada otot adduktornya dan harus ditangani,” ujar Conceicao.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore