Joel Veltman ngebet bela Timnas Indonesia tapi terkendala peraturan FIFA. (Media Brighton & Hove Albion)
JawaPos.com — Joel Veltman, bek berusia 33 tahun asal Belanda yang kini membela Brighton & Hove Albion di Liga Inggris, tengah menjadi sorotan publik sepak bola. Pasalnya, ia mengungkapkan keinginannya untuk membela Timnas Indonesia, negara asal neneknya, meskipun harus mematuhi regulasi FIFA yang ketat.
Dalam wawancara dengan media Belanda Voetbal Primeur, Veltman menyatakan dirinya sering menerima pesan dari penggemar Indonesia yang memintanya bermain untuk Timnas Garuda. Setiap hari ia membaca komentar yang mengajaknya untuk menjadi bagian dari skuad Merah Putih. Hal itu membuatnya semakin tertarik untuk mengeksplorasi kemungkinan tersebut.
Veltman bukanlah nama asing di sepak bola Eropa, khususnya di Belanda dan Inggris. Karier profesionalnya dimulai bersama Ajax Amsterdam, klub yang dikenal sebagai penghasil pemain berbakat dunia. Veltman menembus tim utama Ajax pada 2012 dan menjadi bagian penting dalam kesuksesan klub tersebut meraih tiga gelar Eredivisie pada 2013, 2014, dan 2019.
Selain sukses di kompetisi domestik, Veltman juga membawa Ajax menjadi runner-up di ajang Europa League 2017. Ia juga beberapa kali masuk dalam Tim Terbaik Eredivisie pada 2014, 2015, dan 2016, menandakan betapa konsistennya performanya di lapangan. Performa apiknya di Ajax membuat Brighton & Hove Albion kepincut dan memboyongnya ke Premier League pada 2020.
Bersama Brighton, Veltman langsung menjadi andalan di lini pertahanan. Setiap musimnya ia mencatat lebih dari 30 penampilan di semua kompetisi, menunjukkan perannya yang krusial dalam tim. Prestasi terbaiknya bersama Brighton terjadi pada musim 2022/2023, saat klub berhasil finis di peringkat enam klasemen akhir Liga Inggris dan melaju hingga semifinal Piala FA. Pada musim tersebut, ia bermain dalam 35 pertandingan di berbagai ajang.
Tidak hanya bersinar di level klub, Veltman juga memiliki rekam jejak yang mengesankan bersama Timnas Belanda. Ia telah mencatatkan 28 caps dan mencetak dua gol untuk De Oranje. Terakhir kali ia membela negaranya adalah saat Euro 2020 dalam pertandingan melawan Ukraina pada 13 Juni 2021. Ia juga menjadi bagian dari skuad Belanda di Piala Dunia 2024 meskipun tidak tampil secara reguler.
Kini, di usianya yang sudah menginjak 33 tahun, Veltman mulai mempertimbangkan opsi lain untuk melanjutkan kiprahnya di level internasional. Keinginan untuk membela Timnas Indonesia muncul karena latar belakang keluarganya. Namun, ada regulasi FIFA yang harus dipatuhi jika seorang pemain ingin berganti asosiasi sepak bola.
Menurut aturan FIFA, seorang pemain dapat mengubah kewarganegaraannya untuk keperluan sepak bola jika memenuhi beberapa syarat ketat. Salah satunya adalah tidak bermain dalam pertandingan internasional resmi selama dua tahun terakhir. Dalam kasus Veltman, ia telah memenuhi syarat tersebut karena terakhir kali membela Belanda pada tahun 2021.
Namun, ada aturan lain yang menjadi kendala bagi Veltman untuk bisa membela Indonesia. FIFA mensyaratkan pemain yang ingin mengganti asosiasi tidak boleh memiliki lebih dari tiga penampilan di pertandingan internasional level A setelah usia 21 tahun. Sayangnya, Veltman sudah mencatatkan 28 caps untuk Belanda, yang sebagian besar terjadi setelah ia berusia 21 tahun. Hal ini membuat peluangnya untuk membela Indonesia menjadi sangat kecil, kecuali ada intervensi khusus dari FIFA atau PSSI mengajukan pengecualian tertentu.
Meski demikian, keinginan Veltman untuk memperkuat Timnas Indonesia tetap menarik perhatian publik sepak bola Tanah Air. Ia mencontohkan beberapa pemain keturunan Belanda lainnya yang berhasil bermain untuk negara selain Belanda, seperti Kevin Diks dan Eliano Reijnders. Ia bahkan menegaskan keinginannya ini bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang serius ingin ia wujudkan.
Jika Veltman benar-benar bisa bermain untuk Indonesia, maka kehadirannya akan menjadi tambahan berharga bagi Tim Garuda. Dengan pengalaman panjangnya di kompetisi elite Eropa, ia bisa menjadi mentor bagi para pemain muda Indonesia dan meningkatkan kualitas pertahanan tim secara keseluruhan.
Apalagi, Indonesia tengah mengalami perkembangan pesat di dunia sepak bola dengan semakin banyaknya pemain keturunan yang bergabung ke dalam skuad. Dari segi nilai pasar, Veltman masih memiliki harga jual yang cukup tinggi meski usianya tidak lagi muda.
Menurut laporan terbaru dari Transfermarkt, harga pasaran Veltman saat ini mencapai Rp 121,67 miliar, angka yang mencerminkan kualitas serta pengalamannya sebagai bek tangguh. Harga tersebut menunjukkan ia masih sangat dihargai di bursa transfer dan memiliki daya tarik bagi klub-klub besar.
Ketertarikan Veltman pada Timnas Indonesia juga mencerminkan semakin meningkatnya reputasi sepak bola Indonesia di mata dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI semakin aktif mencari pemain keturunan yang bisa memperkuat Timnas, termasuk pemain-pemain yang pernah memperkuat tim-tim besar Eropa dan Amerika. Nama-nama seperti Jay Idses, Maarten Paes, dan Calvin Verdonk adalah contoh sukses dari program naturalisasi yang dijalankan oleh federasi.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
