
Desain terbaru dari arsitek Populous untuk Stadion Giuseppe Sinigaglia. (Comofootball.com)
JawaPos.com - Djarum Group yang dimiliki oleh Hartono Bersaudara, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono akan menggelontorkan uang untuk melakukan renovasi Stadion Giuseppe Sinigaglia yang tadinya memiliki kapasitas 10.000 ribu penonton menjadi kurang lebih 15.000 penonton.
Saat ini, pihak manajemen Como 1907 yang dimiliki oleh Hartono Bersaudara sejak tahun 2019 sudah mengikat kerja sama dengan firma arsitek Populous. Firma arsitek ini sudah memiliki portofolio sebelumnya dengan melakukan pembangunan Tottenham Hotspur Stadium dan renovasi klub Serie A Italia lainnya, seperti Inter Milan dan AS Roma.
Dikabarkan melalui Italian Football TV, bahwa pembangunan dan persetujuan desain akan dimulai pada bulan Mei 2026 mendatang. Kemudian, konstruksi pembangunan fase satu akan dimulai pada Oktober tahun 2027, konstruksi pembangunan fase dua kemudian dimulai pada Agustus tahun 2028 mendatang.
Terlihat dari struktur bangunan desain firma arsitek Populous yang sudah tersebar di media sosial, di atas Stadion Giuseppe Sinigaglia akan terdapat kolam renang. Stadion ini juga masih berada di tempat yang sama, di pinggir Danau Como yang memiliki sandaran yacht milik miliuner-miliuner yang akan menikmati keindahan Como.
Como 1907 saat ini dinahkodai oleh pelatih asal Spanyol yang sudah menjadi legenda sepak bola dunia, Cesc Fabregas. Saat ini, skuad asuhan Cesc Fabregas tersebut masih tertahan di peringkat 15 klasemen Serie A Italia, setelah baru menikmati promosi dari Serie B di musim sebelumnya.
Peningkatan kualitas Stadion Giuseppe Sinigaglia merupakan ambisi dari Djarum Group dalam rangka meningkatkan kualitas klub yang sudah berjuang dari Serie D di tahun 2019. Djarum Group menyadari bahwa jika ingin menumbuhkan kualitas klub, maka lingkungan di sekitarnya juga harus mendukung performa dari klub tersebut.
Dikutip dari laman resmi Como 1907, Mirwan Sumarso selaku presiden klub juga mengungkapkan bahwa tujuan dari revitalisasi Stadion Giuseppe Sinigaglia adalah untuk membuat stadion ini menjadi bagian penting dari komunitas di Como. Menjadikan stadion ini lebih terjangkau untuk para turis yang bahkan tujuannya bukan untuk menikmati sepak bola.
Alessandro Rapinese, Wali Kota Como, mengatakan, “Ini adalah tahap pertama dari proses ini. Stadion ini bukan hanya untuk sepak bola, tetapi juga hadiah untuk seluruh masyarakat. Saya menantikan berbagai fase berikutnya dan dapat menikmati permainan Como 1907 di dalam Giuseppe Sinigaglia yang baru,”
Tidak hanya itu, Silvia Prandelli, selaku General Manager dari firma arsitek Populous menyambut baik kerja sama dengan Como. Menurut dirinya, pembangunan Stadio Giuseppe Sinigaglia kali ini diharapkan akan menjadi sesuatu yang terintegritas dengan kehidupan masyarakat di Como sesuai dengan visi klub.
Selain melakukan renovasi terhadap Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como 1907 melakukan pembelanjaan besar untuk memulai musim 2024/2025. Banyak dari pemain yang didatangkan oleh Como 1907 bermain di posisi lini belakang, mulai dari bek tengah sampai bek sayap kanan dan sayap kiri.
Terbaru, untuk menambah kekuatan di lini depan dan lini tengah, Como telah mengikat kontrak Dele Alli secara gratis setelah Dele tidak memiliki klub sejak awal musim 2024/2025. Dele Alli diikat kontrak berdurasi 18 bulan. Selain itu, Como juga mendatangkan Maxence Coqueret dari klub Lyon asal Ligue 1 Prancis dengan biaya EUR 15 juta.
Sebelumnya, Como juga mendatangkan Jonathan Ikone, penyerang sayap asal Fiorentina dengan biaya peminjaman EUR 1 juta. Selain itu, Assane Diao, pemain muda berposisi sebagai penyerang sayap dari Real Betis juga didatangkan dengan biaya EUR 12 juta. Jean Butez juga didatangkan di posisi penjaga gawang menggantikan Emil Audero yang pergi ke Palermo.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
