Sadio Mane (kiri) dan Leroy Sane ketika beradu argumen saat Bayern Munchen kalah di kandang Manchester City dalam first leg perempat final Liga Champions (12/4).
JawaPos.com – Internal Bayern Munchen seperti mendapat lampu sorot terus-menerus gara-gara kasus Sadio Mane dan Leroy Sane. Duo wide attacker Bayern itu terlibat perkelahian pasca kekalahan 0-3 Bayern di kandang Manchester City dalam first leg perempat final Liga Champions (12/4).
Kedua pemain sudah meminta maaf kepada rekan setim dan staf pelatih dalam sesi latihan di Sabener Strasse sepulang dari Kota Manchester. Tapi, penegakan aturan tetap dilakukan dengan Mane yang memukul Sane hingga bibir berdarah disanksi.
Bintang timnas Senegal itu tidak masuk skuad Die Roten –sebutan Bayern– saat menghadapi TSG 1899 Hoffenheim dalam spieltag ke-28 Bundesliga di Allianz Arena nanti malam (siaran langsung Mola TV pukul 20.30 WIB).
Belum diketahui apakah sanksi Mane hanya dalam satu pertandingan atau malah dibekukan sebagaimana rumor beberapa media di Jerman.
Der trainer Bayern Thomas Tuchel pun tidak memberikan penjelasan tentang hal itu. Tuchel hanya menyebut permasalahan antara Mane dan Sane sudah klir.
”Kami sudah menyelesaikan masalah ini. Saya mediator pertama Sadio (Mane). Saya juga yang pertama membelanya meski hanya mengenalnya secara profesional,” tutur Tuchel dalam pre-match press conference tadi malam (14/4).
Tuchel berharap melawan Hoffe akan mengembalikan kondisi ruang ganti Bayern yang penat karena kasus Mane-Sane. Tuchel merasa beruntung karena selama karier melatihnya, dirinya beberapa kali menangani ego pemain.
Seperti di Paris Saint-Germain yang melibatkan nama-nama seperti Kylian Mbappe, Neymar Jr, sampai Edinson Cavani. ”Kami ingin merasakan kembali (ruang ganti dengan) aura yang positif,” harap pelatih berjuluk Si Profesor itu.
Di sisi lain, TZ menulis bahwa hanya Mane yang disanksi telah menimbulkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam pertikaian. Berdasar versi jurnalis Senegal Papa Mahmoud Gueye yang merupakan sahabat Mane, justru Supermane –julukan Mane– yang kali pertama dihina Sane secara rasial.
Hinaan itu diungkapkan dalam bahasa Jerman, yakni schwarze scheisse alias (maaf) kotoran hitam.
Terkait konflik Mane-Sane, rival Bayern dalam perburuan Meisterschale (gelar juara Bundesliga), Borussia Dortmund alias BVB, merasa tidak akan diuntungkan. Pelatih BVB Edin Terzic berkaca pada musim 2011–2012 ketika Bayern dilanda perseteruan antara duo winger, Arjen Robben dan Franck Ribery.
Di akhir musim, Bayern malah meraih treble winners. ”Biarkan itu jadi urusan Bayern. Kami sebaiknya mengurus diri kami sendiri,” tutur Terzic kepada Sky Deutschland.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
