Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 18.19 WIB

Pelatih Legendaris AC Milan dan Timnas Italia Arrigo Sacchi: Inter Milan Bisa Menjuarai Liga Champions Musim Ini

Arrigo Sacchi menilai Inter Milan berpeluang besar di Liga Champions, sementara Juventus dan AC Milan mengecewakan. (Mario Carlini/Iguana Press) - Image

Arrigo Sacchi menilai Inter Milan berpeluang besar di Liga Champions, sementara Juventus dan AC Milan mengecewakan. (Mario Carlini/Iguana Press)

JawaPos.com - Mantan pelatih Timnas Italia Arrigo Sacchi yakin Inter bisa berjuang untuk bertarung memenangkan Liga Champions musim ini tetapi ia sedikit kecewa dengan Juventus dan Milan yang mengalami kekalahan memalukan dari tim yang notabene di bawah mereka.

Fase pertama kompetisi Liga Champions berakhir pada Kamis (30/1) dini hari, Inter finis di delapan tim teratas yang sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar sementara Juventus, Milan, dan Atalanta harus melalui babak sistem gugur playoff untuk merebutkan satu tiket menyusul Bianconeri.

Inter Milan mengamankan kemenangan meyakinkan 3-0 atas AS Monaco tadi malam, melalui penampilan fenomenal Lautaro Martinez yang mencetak hattrick di Stadion San Siro.

Melansir dari Football Italia yang mengutip Gazzetta dello Sport miliki Arrigo Sacchi menuliskan semua opininya tentang klub-klub Serie A yang telah berjuang di laga terakhir fase pertama kompetisi Liga Champions.

“Inter bisa berjuang untuk memenangkan Liga Champions. Hal ini ditunjukkan dengan kemenangan meyakinkan mereka atas Monaco, dengan hattrick Lautaro Martinez. 

“Seluruh perjalanan yang mereka lakukan di Eropa saat ini sangat meyakinkan menjelma sebagai tim yang lengkap dan berpengalaman, penuh talenta dan dengan semangat pengorbanan yang kuat,” tulis pelatih legendaris Serie A itu di kolom Gazzetta dello Sport miliknya.

Sebaliknya, Juventus dan Milan masing-masing kalah dari Benfica dan Dinamo Zagreb sehingga gagal finis di delapan besar.

“Milan sekali lagi mengecewakan saya. Itu adalah penampilan yang patut dilupakan, namun masalahnya di sini adalah kesalahan telah dilakukan sejak awal musim, dan kini untuk memperbaikinya menjadi sulit,” tulis Sacchi.

“Menurut pendapat saya, manajemen perlu merefleksikan apa yang telah dilakukan karena sejarah Milan layak mendapatkan lebih dari apa yang kita lihat saat ini. Dan tolong, jangan salahkan Sergio Conceicao, yang baru saja tiba.

“Juventus saat ini berada dalam fase kemunduran yang berbahaya. Mereka tidak dapat menemukan jalan menuju perubahan. Thiago Motta adalah pelatih yang baik, dia menunjukkannya di Bologna musim lalu.

“Saya yakin dia akan mampu memberikan pengaruh dalam jangka panjang, tapi saya memahami rasa frustrasi para penggemar yang ingin melihat tim yang lebih kompetitif,” tambahnya.

Atalanta juga tersingkir dari delapan besar, namun hasil imbang 2-2 saat menahan Barcelona tentu lebih positif dibandingkan hasil yang diraih Juventus dan Milan.

“Atalanta kini menjadi salah satu bagian dari kejuaraan Eropa dan untuk itu kita harus membangun monumen bagi klub, pelatih, dan para pemain yang mengikuti perkembangannya. Hasil imbang di markas Barcelona adalah bukti perasaan ini.

“Bergamaschi bermain dengan keberanian melawan semua orang, mereka tidak takut, mereka berjuang, dan pada akhirnya mereka mendapat tepuk tangan penghormatan. Memang benar demikian.

Selain itu ia juga menyenggol perjuangan Bologna yang berjuang mati-matian dengan pemain seadanya untuk menjadi salah satu wakil Serie A di Liga Champions.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore