
Pemain Juventus Andrea Cambiaso.
JawaPos.com - Dari bursa transfer musim dingin, Manchester City kembali aktif untuk mengincar pemain yang berposisi sebagai lini bertahan. Setelah mendatangkan Abdukodir Khusanov asal Uzbekistan, City melirik bek muda asal Italia milik tim elit Juventus, Andrea Cambiaso. Manchester City siap menggelontorkan €65juta untuk menggaet dirinya.
Nama Andrea Cambiaso di Juventus kembali muncul ke permukaan bersama Juventus setelah mengakhiri masa peminjaman dari Bologna. Cambiaso bermain sebagai full back kiri milik Juventus, dirinya di datangkan dari klub Serie A Italia lainnya, Genoa pada musim 2022/2023 dan langsung dipinjamkan ke Bologna.
Di musim 2024/2025, Andrea Cambiaso telah mencatatkan 26 penampilan dari seluruh 65 pertandingan yang dijalani sejak pertengahan musim 2023/2024 lalu. Cambiaso yang dapat berposisi sebagai full back kanan dan kiri dianugerahi dengan bakat crossing yang bagus, sehingga saat ini ia mengoleksi delapan assist bersama Juventus.
Kontrak yang ditawarkan pihak Manchester City berdurasi lima tahun dan perpanjangan kontrak satu tahun. Harga yang dipatok oleh Juventus menjadi masuk akal, karena kualitas yang ditawarkan Andrea Cambiaso tidak main-main, pemain versatile ini telah menjadi pilihan utama bagi Thiago Motta di Juventus musim ini dengan formasi 4-2-4-nya.
Dilansir dari One Football, Thiago Motta sendiri menolak untuk menanggapi rumor yang beredar mengenai kepindahan Andrea Cambiaso menuju Manchester City. Thiago Motta yang ditemui sebelum laga melawan AC Milan di akhir pekan lalu, masih menganggap Cambiaso adalah bagian penting dari timnya.
Andrea Cambiaso adalah nama dari sekian banyak bek Italia yang lahir dengan kemampuan bertahan dan menyerang yang bagus. Italia terus memproduksi pemain belakang yang berkualitas dari masa ke masa. Tidak jarang, pemain belakang asal Italia menjadi momok bagi penyerang asal negara lain maupun tim yang berlaga di Serie A Italia.
Paolo Maldini adalah generasi kedua dari Keluarga Maldini, setelah sebelumnya ada nama Cesare Maldini di sepak bola Italia. Paolo Maldini adalah seorang bek tengah yang menghabiskan karirnya sejak tahun 1985 sampai tahun 2009 bersama satu tim, yaitu AC Milan. Di AC Milan ia mengalami naik turun karir bersama pasangan bek lainnya.
Di AC Milan, Paolo Maldini telah mencatatkan 901 penampilan dengan berposisi lebih banyak sebagai bek tengah sebanyak 377 penampilan. Dalam setiap musim penampilannya selalu menunjukkan spirit yang tinggi sehingga tidak mudah dilewati lawan-lawannya di seluruh kompetisi yang dijalani AC Milan.
Bersama AC Milan, Paolo Maldini telah mendapatkan berbagai piala. Piala-piala tersebut ialah menjadi tujuh kali juara Serie A Italia, yang pertama ia dapatkan di musim 1987/1988 dan yang terakhir pada musim 2003/2004. Selain itu adalah tiga Piala Liga Champions, salah satu yang memorable adalah musim 2006/2007 setelah comeback dari Liverpool.
Fabio Cannavaro adalah seorang bek berkepala botak yang memiliki tinggi 176 cm, bukan tinggi yang ideal bagi seorang bek dari Benua Eropa untuk bertarung di Serie A Italia. Namun, Cannavaro mampu menjelajahi Serie A Italia bersama empat tim besar, yaitu Napoli, Inter Milan, Juventus, dan AC Parma.
Fabio Cannavaro mengawali karir sepak bola di Italia setelah mentas dari akademi Napoli U-19 dan mulai bergabung dengan AC Parma. Fabio Cannavaro sempat membuat gempar Italia karena menjadi projek Los Galacticos dari presiden Real Madrid, Florentino Perez di musim 2006/2007.
Bersama Parma ia menghabiskan karir paling lama di Italia degan mengoleksi 290 laga di seluruh kompetisi. Kemudian ia juga menempati puncak karirnya bersama Juventus dengan mencatatkan 128 penampilan sepanjang karirnya. Fabio Cannavaro juga berhasil masuk ke skuad juara Piala Dunia 2006 bersama Italia.
Di tahun yang sama, Fabio Cannavaro berhasil menjadi pemain belakang pertama yang mendapatkan gelar Ballon D’Or, gelar FIFA Best Men’s Player, gelar Footballer of The Year, dan gelar La Liga Spanyol, bersama Real Madrid. Fabio Cannavaro memberikan warna baru Italia kepada dunia dengan semangat bermain yang selalu ia tunjukkan di lapangan.
Generasi baru pemain bertahan Italia sudah terlihat dari munculnya nama Giorgio Scalvini bersama skuad Atalanta. Di usianya yang baru mencapai 21 tahun, tinggi badannya sangat memumpuni dengan 194 cm. Bersama Atalanta, ia mulai bermain di musim 2021/2022 lalu setelah menimba bakat di Atalanta Primavera sejak tahun 2019.
Giorgio Scalvini dengan badan yang ideal saat ini sudah mencatatkan penampilan sebanyak 105 pertandingan dengan koleksi gol sebanyak 5 gol dan 5 assist. Tidak tanggung-tanggung, bek tengah asal Chiari, Italia ini membantu Atalanta untuk menjuarai UEFA Europa League di musim 2023/2024 lalu.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
