
Tangkapan layar contoh penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan (UEFA.com)
JawaPos.com - Implementasi teknologi dalam pertandingan sepak bola mulai berkembang di akhir abad ke-20 ditandai dengan penggunaan sistem pencatatan gol dan video rekaman.
Setelah itu, semakin banyak teknologi modern yang digunakan untuk meningkatkan keakuratan keputusan dalam pertandingan sepak bola. FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia menerapkan teknologi paling mutakhir, Video Assistant Referee (VAR).
International Football Association Board (IFAB) menyetujui inovasi besar itu pada 2016. Sejak saat itu teknologi VAR terus ditingkatkan dan disempurnakan. Sebelum benar-benar diresmikan dan digunakan secara masif, beberapa pertandingan di luar partai besar dan penting digunakan IFAB sebagai uji coba penerapan VAR sekaligus pengedukasian bagi perangkat pertandingan.
Hingga akhirnya, VAR resmi masuk dalam Laws of the Game atau rujukan segala peraturan dalam pertandingan sepak bola pada musim 2018/19. Piala Dunia 2018 Rusia adalah ajang pengenalan serta penerapan pertama kali dalam turnamen internasional.
Seperti yang telah diketahui, dalam satu pertandingan sepak bola terdapat empat wasit yang bertugas, terdiri dari satu wasit utama, dua wasit garis, dan satu wasit cadangan.
Seluruh keputusan dalam pertandingan ditentukan oleh wasit utama dibantu para asisten wasit. Meski dijuluki pengadil lapangan, keputusan wasit yang ditimbang dari pengamatan langsung tidak selalu tepat, terutama untuk keputusan yang berkaitan dengan rangkaian terjadinya gol.
Hadirnya VAR adalah untuk membantu wasit dalam menentukan apakah ada pelanggaran yang berdampak pada sah atau tidaknya gol.
Selain itu juga untuk memutuskan apakah terdapat pelanggaran yang menyebabkan penalti, insiden kartu merah langsung, dan kesalahan pemberian kartu. Pada poin terakhir, keputusan tidak dapat ditinjau ulang kecuali berkaitan dengan gol, penalti, atau kartu merah langsung.
Peninjauan dengan VAR hanya bisa dilakukan setelah wasit utama mengeluarkan keputusan terlebih dahulu. Perangkat pertandingan lainnya (terutama wasit VAR) dapat menyarankan wasit utama untuk melakukan peninjauan terhadap keputusannya, tetapi pertimbangan apakah keputusan tersebut akan ditinjau kembali atau tidak adalah mutlak kuasa wasit utama.
Apabila wasit utama ingin meninjau ulang keputusan, ia harus memberikan gestur tangan membentuk TV. Pertandingan wajib dihentikan dan wasit bisa segera menuju layar VAR yang berada di pinggir lapangan di sisi yang netral.
Lantas, siapa yang menjalankan perangkat VAR? Terdapat wasit tambahan yang telah dilatih secara khusus untuk mengoperasikan perangkat VAR sesuai dengan persyaratan IFAB.
Saat ini penggunaan VAR telah jamak ditemui, termasuk kasta tertinggi Liga Indonesia yang telah menerapkannya sejak Championship Series LIga 1 musim 2023/24.
Pada akhirnya inovasi VAR dilakukan supaya pertandingan dapat berjalan dengan lebih sengit tanpa mencederai nilai-nilai sportifitas.
