
Kekayaan pendiri ByteDance, Zhang Yiming naik menjadi USD 92,8 miliar, mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di Tiongkok menurut Bloomberg Billionaires Index / Foto: The Business Times
JawaPos.com — Kenaikan Zhang Yiming ke posisi kedua orang terkaya di Asia menandai perubahan yang lebih besar daripada sekadar pergeseran peringkat miliarder. Di balik lonjakan kekayaan pendiri ByteDance itu, tersimpan sinyal bahwa kombinasi platform digital global dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi mesin utama pencipta nilai dalam industri teknologi.
Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Zhang mencapai USD 92,8 miliar atau sekitar Rp 1.670,4 triliun (dengan kurs Rp18.000 per dolar AS), menjadikannya orang terkaya di Tiongkok sekaligus menyalip konglomerat India Mukesh Ambani yang memiliki kekayaan USD 86,9 miliar atau sekitar Rp 1.564,2 triliun. Posisi orang terkaya Asia masih ditempati Gautam Adani dengan kekayaan USD 117,4 miliar atau sekitar Rp 2.113,2 triliun.
Dilansir dari The Business Times, Kamis (4/6/2026), lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya valuasi ByteDance seiring keberhasilan dua aset utama perusahaan, yakni TikTok dan chatbot AI Doubao. Doubao telah mengumpulkan lebih dari 300 juta pengguna aktif bulanan dan menjadi chatbot paling populer di Tiongkok, memperkuat posisi ByteDance dalam perlombaan AI konsumen.
Kenaikan valuasi perusahaan juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang ByteDance. Amy Lin, analis Capital Securities di Shanghai, mengatakan, “Lonjakan valuasi mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat dan keberhasilan aplikasi-aplikasinya seperti Doubao di Tiongkok. Perkembangan di Amerika Serikat kemungkinan tidak akan memberikan dampak negatif yang besar.”
Penilaian tersebut muncul setelah berkurangnya ketidakpastian terkait masa depan TikTok di Amerika Serikat. Bloomberg sebelumnya menerapkan diskon risiko sebesar 25 persen terhadap valuasi ByteDance setelah muncul ancaman pelarangan TikTok. Namun, diskon tersebut diturunkan menjadi 10 persen setelah sebagian bisnis ByteDance di Amerika Serikat dialihkan kepada investor Amerika dan muncul valuasi baru dari investor institusional.
Perubahan penilaian itu mendorong kenaikan kekayaan Zhang lebih dari USD 24 miliar atau sekitar Rp 432 triliun. Bloomberg mendasarkan perhitungannya pada valuasi yang diberikan sejumlah investor besar, termasuk BlackRock, Fidelity Investments, T Rowe Price, HSG, dan General Atlantic.
Di saat yang sama, ByteDance juga semakin agresif memperluas investasi AI. Perusahaan yang berbasis di Beijing itu dilaporkan tengah mempertimbangkan belanja hingga USD 70 miliar atau sekitar Rp 1.260 triliun tahun ini untuk memperkuat posisinya di pasar AI Tiongkok sekaligus menantang dominasi perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat. Sebagian besar investasi tersebut diperkirakan didukung oleh laba sekitar USD 50 miliar yang dibukukan sepanjang 2025.
Keberhasilan Doubao juga membuka peluang model bisnis baru. ByteDance dilaporkan tengah menyiapkan layanan berlangganan berbayar, langkah yang dinilai penting untuk mengubah AI konsumen menjadi sumber pendapatan jangka panjang.
Analis DZT Research yang berbasis di Singapura, Ke Yan, mengatakan, “Hilangnya faktor risiko yang selama ini membayangi bisnis ByteDance di Amerika Serikat telah membuka ruang bagi penilaian ulang terhadap perusahaan. Bahkan setelah penilaian ulang tersebut, valuasi ByteDance masih terlihat murah jika ditinjau dari fundamental bisnisnya.”
Bagi ByteDance, kenaikan posisi Zhang Yiming bukan semata soal kekayaan pribadi. Perkembangan ini menunjukkan bahwa keberhasilan menggabungkan jangkauan global TikTok dengan pertumbuhan pesat Doubao telah menjadikan ByteDance salah satu pemain paling strategis dalam persaingan teknologi dunia, di tengah perlombaan menguasai AI dan perhatian miliaran pengguna internet.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022