Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Juni 2024 | 19.35 WIB

Trivia Final Liga Champions Borussia Dortmund vs Real Madrid, Stadion Wembley 8 Kali Jadi Saksi Sejarah Raja Eropa

SAKSI SEJARAH: Stadion Wembley akan jadi saksi sejarah Raja Eropa sebanyak 8 kali sejak era kejayaan AC Milan pada 1963. (Wembley Stadium) - Image

SAKSI SEJARAH: Stadion Wembley akan jadi saksi sejarah Raja Eropa sebanyak 8 kali sejak era kejayaan AC Milan pada 1963. (Wembley Stadium)

JawaPos.com — Pertarungan final Liga Champions musim ini akan mempertemukan dua raksasa sepak bola, Borussia Dortmund dan Real Madrid, di Stadion Wembley, London, pada Minggu (2/5/2024) dini hari WIB.

Kedua tim berhasil menembus laga puncak setelah menyingkirkan lawan-lawannya di semifinal dengan performa gemilang. Dortmund sukses menaklukkan Paris Saint-Germain dengan agregat 2-0, sementara Real Madrid mengandaskan Bayern Muenchen dengan agregat 4-3.

Kini, kedua klub akan berhadapan untuk memperebutkan trofi Si Kuping Besar. Pertandingan ini bukan hanya sekadar perebutan gelar, tetapi juga ajang pembuktian dominasi sepak bola Eropa. Sejauh ini, Borussia Dortmund dan Real Madrid telah 14 kali bertemu di kompetisi Piala/Liga Champions. Dari 14 pertemuan tersebut, Los Blancos lebih dominan dengan enam kemenangan dan mencetak 24 gol, sementara Dortmund hanya meraih tiga kemenangan dan mencetak 19 gol.

Jika berhasil memenangkan pertandingan ini, Dortmund akan meraih gelar Liga Champions kedua mereka. Di sisi lain, Real Madrid akan semakin mempertegas hegemoninya dengan meraih gelar ke-15 turnamen elite antarklub Eropa tersebut. Banyak fakta menarik yang mengiringi duel Borussia Dortmund kontra Real Madrid di final Liga Champions musim ini.

Duel Borussia Dortmund kontra Real Madrid ini menjadi pertemuan kelima antara klub Jerman dan Spanyol di final Liga Champions. Dari empat pertemuan sebelumnya, kedua negara ini masing-masing meraih dua kemenangan. Bayern Muenchen mengalahkan Atletico Madrid pada final 1974 dan Valencia pada 2000, sementara Real Madrid membungkam Eintracht Frankfurt pada 1960 dan Bayer Leverkusen pada 2002.

Pertandingan final Liga Champions tahun ini juga menjadi yang kedelapan yang digelar di Stadion Wembley. Final pertama di Stadion Wembley terjadi pada Piala Champions 1963 ketika AC Milan mengalahkan Benfica dengan skor 2-1. Kemudian Manchester United menang 2-1 atas Benfica pada 1968, Ajax Amsterdam mengalahkan Panathinaikos 2-0 pada 1971, dan Liverpool menang 1-0 atas Club Brugge pada 1978.

Selain itu, Barcelona menaklukkan Sampdoria dengan skor 1-0 pada 1992, El Barca kembali menang atas Manchester United 3-1 pada 2011, dan terakhir Bayern Muenchen yang memetik kemenangan 2-1 atas Borussia Dortmund pada 2013.

Stadion Wembley sendiri memiliki sejarah panjang dalam menyelenggarakan final Liga Champions. Tempat ini telah menjadi saksi banyak momen bersejarah dalam sepak bola Eropa. Kemenangan AC Milan atas Benfica pada 1963, kemenangan dramatis Manchester United atas Benfica pada 1968, dan kejayaan Barcelona atas Sampdoria pada 1992 adalah beberapa contoh dari banyak momen ikonik yang terjadi di Wembley.

Kali ini, Stadion Wembley kembali menjadi saksi sejarah ketika Borussia Dortmund dan Real Madrid bertarung untuk meraih gelar paling bergengsi di Eropa. Kedua tim memiliki motivasi tinggi untuk memenangkan pertandingan ini.

Bagi Dortmund, ini adalah kesempatan untuk menambah koleksi trofi mereka sekaligus mengukuhkan diri sebagai salah satu klub elit Eropa. Sedangkan bagi Real Madrid, kemenangan ini akan semakin mempertegas dominasi mereka di Liga Champions.

Jika berbicara soal prestasi di Liga Champions, Borussia Dortmund dan Real Madrid memiliki perbandingan yang sangat kontras. Sejauh ini, Dortmund baru sekali meraih trofi Si Kuping Besar, dan itu terjadi pada 1997. Sementara itu, Madrid telah mengumpulkan 14 gelar juara Piala/Liga Champions, menjadikan mereka klub tersukses di turnamen tersebut. Tak hanya itu, El Real juga selalu menang dalam delapan final terakhir mereka di Liga Champions.

Keberhasilan Dortmund menembus final Liga Champions 2023/2024 tidak lepas dari performa impresif mereka di babak semifinal. Menghadapi tim kuat seperti PSG, Dortmund mampu mempertahankan keunggulan dengan pertahanan yang solid dan serangan yang efektif. Di sisi lain, Real Madrid harus bekerja keras untuk menyingkirkan Bayern Muenchen dalam laga yang penuh drama dan ketegangan.

Real Madrid dikenal memiliki mental juara yang kuat. Mereka telah menunjukkan ketangguhan mereka dalam berbagai situasi sulit, termasuk saat menghadapi Bayern Muenchen di semifinal. Pelatih Carlo Ancelotti juga memiliki pengalaman yang luas dalam memenangkan pertandingan besar, yang akan menjadi aset berharga bagi Los Blancos di final nanti.

Di sisi lain, Borussia Dortmund tidak boleh diremehkan. Meskipun mereka tidak memiliki sejarah impresif seperti Real Madrid di Liga Champions, mereka memiliki skuad yang kuat dan penuh semangat. Pelatih Edin Terzic telah berhasil membangun tim yang solid dan kompetitif, yang siap memberikan perlawanan sengit kepada Real Madrid.

Pertandingan final Liga Champions 2023/2024 ini diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh dengan aksi menarik. Kedua tim memiliki kualitas dan potensi untuk memenangkan pertandingan, dan semuanya akan ditentukan oleh performa mereka di lapangan pada Minggu nanti.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore