Sosok Thom Haye saat bermain dengan Timnas Indonesia. (Instagram Thom Haye)
JawaPos.com – Kegaduhan sempat terjadi ketika salah satu manajemen Como 1907, Mirwan Suharso, merespon keinginan dari netizen Indonesia agar klub yang baru promosi ke Serie A tersebut merekrut Thom Haye, yang kontraknya baru habis bersama SC Heerenveen.
Mirwan mengatakan bahwa kualitas dari gelandang Timnas Indonesia tersebut dinilai tidak mencukupi standar oleh manajemen Como FC, yang akan bermain di Serie A. Bahkan, pemain naturalisasi tersebut dinilai hanya cocok untuk menjadi pemain lapis ketiga.
Dilansir dari akun X @gilabola_ina, pada Jumat (17/5), Mirwan yang mengenal Thom Haye dengan baik, menjelaskan alasan di balik keputusan untuk tidak membawa sang pemain ke Como 1907, setelah komentar terdahulunya viral.
Baca Juga: Thom Haye Main Penuh, Heerenven Derita Kekalahan Terbesar di Eredivisie Usai Dihajar PSV 0-8
"Ramai-Ramai orang pada tidak terima Thom Haye dibilang pelapis ketiga. Gimana, memang iya kok. Di tempat kami, maksudnya bukan karena dia pemain jelek," ujar Mirwan.
Mirwan Suharso menjelaskan bahwa Thom Haye adalah pemain yang memiliki kemampuan khusus sebagai seorang quarterback. Menurutnya, gelandang berjuluk ‘The Professor’ sangat cocok dalam skema permainan dengan pertahanan low block yang mengandalkan umpan-umpan panjang dan akurat.
"Saya mengenal dan sering ngobrol dengan Thom Haye. Dia itu pemain quarterback. Kalau kami bertahannya low block dan turun ke belakang, dia ideal dan bisa di situ. Dia akan kasih umpan-umpan panjang yang akurat banget. Tapi, kami bermainnya ke atas. Kami menekan. Thom Haye bukan pemain dengan mobilitas tinggi. Dia yang pertama akan mengakui itu," jelas Mirwan.
Baca Juga: Kontrak dengan SC Heerenveen Habis di Akhir Musim, Thom Haye Dikabarkan Menyusul Jay Idzes ke Italia
Mirwan menekankan bahwa tim yang diasuh oleh Cesc Fabregas itu membutuhkan pemain dengan karakteristik yang berbeda, terutama di Serie A.
Menurutnya, permainan di Serie A memerlukan pemain yang mampu bermain agresif dan menekan lawan secara intensif, sesuatu yang sulit dilakukan oleh Haye karena keterbatasan mobilitasnya.
"Kami memerlukan pemain yang beda. Kami membutuhkan pemain yang bisa agresif untuk menekan. Sewaktu di Serie B, kami masih banyak bermain naik turun. Kecepatan menutup lawan, keperluannya tidak seperti di Serie A," kata Mirwan.
Baca Juga: Shin Tae-yong Puji Habis-habisan Thom Haye usai Indonesia Hajar Vietnam Tiga Gol Tanpa Balas
Mirwan juga menyoroti perbedaan kebutuhan tim antara Serie B dan Serie A. Menurutnya, Haye sangat cocok bermain di Serie B bersama Como, namun di Serie A, kondisi dan tuntutan permainan sangat berbeda. Ia merasa kasihan jika harus memaksakan Haye bermain di Serie A tanpa memberikan peran utama yang signifikan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
