
PRESTASI MENTERENG: Hajime Moriyasu jadi salah satu pelatih mentereng dari Asia yang belum mendapatkan kesempatan untuk melatih di Eropa. (JFA)
JawaPos.com – Seiring berlangsungnya Piala Asia 2023 di Qatar, sorotan tak hanya tertuju pada pertandingan-pertandingan sengit, tetapi juga pada peran pelatih-pelatih yang mengelola tim-tim peserta.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Hajime Moriyasu dari Jepang, seorang pelatih dengan rekam jejak mengesankan di tingkat nasional dan klub.
Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah kapan pelatih-pelatih Asia, seperti Hajime Moriyasu, akan mendapat peluang besar di Eropa?
Jepang, dengan deretan pemain bintangnya yang bermain di klub-klub Eropa terkemuka, telah menjadi sorotan dalam Piala Asia 2023. Dari Kaoru Mitoma hingga Takehiro Tomiyasu, keberhasilan para pemain ini menimbulkan pertanyaan mengenai potensi pelatih-pelatih Asia di kancah sepak bola Eropa.
Bagaimana Hajime Moriyasu, yang telah membuktikan kemampuannya di tingkat internasional, dapat menembus batasan dan mendapatkan kesempatan di Eropa?
Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan mengingat Jepang menjadi salah satu negara yang menghasilkan pemain berkualitas tinggi yang bermain di lima liga besar Eropa. Kondisi ini menciptakan tantangan tersendiri, karena meskipun pemain-pemain Asia semakin mendominasi panggung Eropa, pelatih-pelatihnya masih kesulitan mendapatkan kesempatan di level tertinggi.
Hajime Moriyasu, sebagai contoh, telah membawa Jepang melalui pencapaian-pencapaian mengesankan, terutama pada Piala Dunia 2022. Jepang berhasil mengalahkan tim-tim tangguh seperti Spanyol dan Jerman. Namun, keberhasilan Moriyasu belum sepenuhnya membuka pintu kesempatannya ke Eropa.
Faktor yang mungkin memengaruhi peluang tersebut adalah perbedaan budaya dan kepribadian. Hajime Moriyasu dikenal sebagai sosok yang tenang dan rendah hati, sifat-sifat yang mungkin kurang mencolok di dunia sepak bola Eropa yang cenderung lebih eksplosif. Kesenjangan ini bisa menjadi hambatan, karena pelatih-pelatih di Eropa juga berfungsi sebagai figur publik yang harus membangun citra dan menjalani interaksi media dengan baik.
Selain itu, bahasa juga menjadi kendala potensial. Meskipun Hajime Moriyasu memiliki pemahaman dasar bahasa Inggris, tingkatnya mungkin tidak mencukupi untuk menyampaikan ide-ide dan taktik dengan jelas di lingkungan Eropa.
Sebagai contoh, pengalaman Ange Postecoglou, pelatih Australia, di Celtic menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa juga merupakan faktor penting.
Pertanyaan mendasar yang muncul adalah apakah pelatih Asia, khususnya Hajime Moriyasu, dapat mengatasi berbagai hambatan ini dan menerima tantangan untuk berkiprah di Eropa. Sejarah menunjukkan bahwa beberapa pelatih asal Asia, termasuk Postecoglou telah berhasil, tetapi perjalanan mereka tidak selalu mudah.
Dengan meningkatnya daya saing dan peran pemain-pemain Asia di Eropa, apakah saatnya bagi pelatih-pelatih Asia untuk mendapatkan pengakuan di tingkat tertinggi? Pertanyaan ini tidak hanya relevan untuk Hajime Moriyasu, tetapi juga untuk pelatih-pelatih Asia lainnya yang mungkin memiliki potensi untuk meraih kesuksesan di panggung sepak bola global.
Di sisi lain, Hajime Moriyasu akan dihadapkan oleh tantangan berat mengalahkan Timnas Indonesia di laga pamungkas Grup D Piala Asia 2023. Bukan tidak mungkin Timnas Indonesia bisa mengejutkan publik Jepang dengan menahan imbang atau mencuri satu gol dari gawang Zion Suzuki.
Jadi, menarik untuk menantikan laga seru Jepang vs Timnas Indonesia yang akan tersaji besok, Rabu (24/1), untuk menentukan siapakah runner-up dan peringkat 3 terbaik dari Grup D untuk bisa lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
