
Striker Bayern Muenchen Harry Kane mulai dituding sebagai pembawa sial.(Instagram/@fcbayern)
JawaPos.com – Sebelum Bayern Munchen dipecundangi FC Saarbrucken di Piala DFB Pokal dan membuat FC Hollywood tersingkir, aroma tak sedap sudah dimulai sejak awal musim ketika Bayern Munchen kalah dari RB Leipzig 0-3 di Piala Super Jerman.
Hasil itu membuat niat Harry Kane untuk merasakan gelar bersama klub harus pupus sementara. Alarm berbahaya pun kembali berbunyi ketika Bayern dipermalukan tim Divisi 3, FC Saarbrucken, dengan skor 1-2 di ajang Piala DFB Pokal.
Kekalahan itu membuat raksasa Jerman itu tersingkir dari pagelaran DFB Pokal musim ini dan satu gelar melayang dari bidikan Bayern Munchen.
Pada laga itu, sejatinya Die Bayern unggul lebih dulu pada menit ke-16 lewat gol Thomas Mueller.
Namun, FC Saarbrucken berhasil bangkit dan membalikkan skor lewat gol Sontheimer pada menit 45+1, dan gol di masa injury time babak kedua lewat gol Marcel Gaus.
Setelah tersisih dari piala DFB Pokal, praktis harapan Bayern untuk meraih gelar tersisa di ajang Liga Champions dan Bundesliga.
Di kompetisi domestik, Bayern mendapat hadangan serius dari Bayer Leverkusen yang menduduki posisi pertama di Bundesliga. Leverkusen tampil digdaya dan belum tersentuh kekalahan.
Die Werkself berhasil menang 8 kali dan 1 kali imbang dari 9 laga Bundesliga sejauh ini. Skuad asuhan Xabi Alonso itu mengoleksi 25 poin dan unggul dua poin atas Bayern yang berada di urutan kedua.
Secara keseluruhan, Leverkusen telah 13 meraih kemenangan, 1 imbang, dan nir kekalahan dari 14 laga sejauh ini. Die Werkself juga tampil produktif dengan 51 gol berbanding 12 kebobolan. Sebanyak 27 gol di antaranya dibukukan di Bundesliga.
Bayern jelas menghadapi tantangan sulit dengan Leverkusen yang sedang dalam performa terbaiknya dan di fase bulan madu bersama Xabi Alonso.
Peluang lain di Liga Champions tentu lebih sulit, meski Die Roten memimpin klasemen Grup A dengan raihan sempurna 9 poin dari tiga laga.
Raksasa Jerman itu harus menghadapi tantangan dari kompetitor lainnya, seperti sang juara bertahan Manchester City, Real Madrid, dan Inter Milan.
Selain itu, masih ada Paris Saint-Germain yang ngotot ingin merasakan gelar juara Liga Champions musim ini. Mereka juga perlu memperhitungkan Barcelona yang mulai bangkit. Fakta itu menjadi tantangan lebih sulit bagi Bayern untuk meraih juara.
Kendati peluang masih terbuka untuk perebutan juara di dua kompetisi tersebut, bukan tidak mungkin Bayern menghadapi mimpi buruk musim ini. Mereka dihadapkan mimpi buruk puasa gelar alias nir juara. Jika situasi itu terjadi, maka itu akan menjadi tragedi bagi tim sekelas Bayern.
Sementara kedatangan Harry Kane di awal musim sempat mengundang sikap optimistis Bayern. Sayang, keyakinan itu perlahan luntur dan beralih keraguan. Keraguan bahwa Harry Kane dituding sebagai pembawa sial.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
