Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Maret 2020 | 02.45 WIB

Langgar Aturan Isolasi, Pendana Menteri Serbia Tegur Luka Jovic

epa07643400 Real Madrid - Image

epa07643400 Real Madrid

JawaPos.com – Kasus kematian akibat pandemi Covid-19 di Spanyol menduduki ranking keempat tertinggi di seluruh dunia, yakni 767 orang. Alhasil, orang yang keluar dari Negeri Matador wajib dipelototi. Tak terkecuali striker Real Madrid Luka Jovic.

Keputusan Jovic meninggalkan Spanyol untuk ’’mudik’’ ke Serbia, tepatnya Beograd, menjadi bulan-bulanan publik di negerinya. Terlebih, striker 22 tahun itu meninggalkan area karantina Real dengan alasan yang tak jelas. Media-media Serbia menyebut Jovic ke Beograd untuk merayakan pesta ulang tahun pacarnya.

Atas perilaku Jovic, Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic memberikan teguran keras. ’’Ada bintang sepak bola kami yang bergaji jutaan euro mengabaikan kewajiban mengisolasi diri dan itu tidak bisa dibenarkan,’’ sindir Brnabic sebagaimana dilansir Daily Mail.

Menyadari kesalahannya, Jovic pun meminta maaf. ”Pertama-tama, saya meminta maaf karena saya menjadi topik utama belakangan ini, dan saya menjadi pokok pemberitaan, bukannya pahlawan di masa krisis ini, yakni para dokter dan semua petugas medis profesional,” tulis Jovic melalui akun Instagram-nya.

Jovic mengatakan bahwa dia telah menjalani tes COVID-19 di Spanyol dan hasilnya adalah negatif. Berdasarkan hasil itu, dia pulang ke Serbia untuk bertemu keluarganya, dengan seizin Real Madrid.

Dia kemudian kembali menjalani tes COVID-19 di Serbia, yang lagi-lagi hasilnya negatif. ”Sangat disayangkan terdapat beberapa orang yang tidak melakukan pekerjaannya dengan profesional, dan tidak memberi instruksi-instruksi yang tepat perihal bagaimana bertindak saat mengisolasi diri sendiri kepada saya,” tulis Jovic.

"Di Spanyol, saya diizinkan pergi ke apotek dan pasar swalayan saat saya perlu membeli barang-barang yang saya butuhkan, hal itu tidak terjadi di (Serbia) sini,” tambahnya.

Pemain Serbia lainnya yang berkarier di luar negeri, Nikola Ninkovic, juga dilaporkan melanggar instruksi isolasi. Ninkovic merupakan pemain klub Serie B Italia Ascoli.

Sikap bengal para pemain itu membuat presiden Serbia Aleksandar Vucic naik pitam. Dia bahkan berjanji akan menahan para pemain yang membandel. ”Para pemuda itu adalah jutawan, maka mereka berpikir dapat melakukan segalanya. Tidak, Anda tidak dapat melakukan segalanya," kata Vucic pada konferensi pers.

"Semua orang akan dihukum dengan pantas, semua orang yang melanggar hukum. Hal termudah adalah menghukum mereka," janji Vucic.

Editor: Mohammad Ilham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore