
epa07643400 Real Madrid
JawaPos.com – Kasus kematian akibat pandemi Covid-19 di Spanyol menduduki ranking keempat tertinggi di seluruh dunia, yakni 767 orang. Alhasil, orang yang keluar dari Negeri Matador wajib dipelototi. Tak terkecuali striker Real Madrid Luka Jovic.
Keputusan Jovic meninggalkan Spanyol untuk ’’mudik’’ ke Serbia, tepatnya Beograd, menjadi bulan-bulanan publik di negerinya. Terlebih, striker 22 tahun itu meninggalkan area karantina Real dengan alasan yang tak jelas. Media-media Serbia menyebut Jovic ke Beograd untuk merayakan pesta ulang tahun pacarnya.
Atas perilaku Jovic, Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic memberikan teguran keras. ’’Ada bintang sepak bola kami yang bergaji jutaan euro mengabaikan kewajiban mengisolasi diri dan itu tidak bisa dibenarkan,’’ sindir Brnabic sebagaimana dilansir Daily Mail.
Menyadari kesalahannya, Jovic pun meminta maaf. ”Pertama-tama, saya meminta maaf karena saya menjadi topik utama belakangan ini, dan saya menjadi pokok pemberitaan, bukannya pahlawan di masa krisis ini, yakni para dokter dan semua petugas medis profesional,” tulis Jovic melalui akun Instagram-nya.
Jovic mengatakan bahwa dia telah menjalani tes COVID-19 di Spanyol dan hasilnya adalah negatif. Berdasarkan hasil itu, dia pulang ke Serbia untuk bertemu keluarganya, dengan seizin Real Madrid.
Dia kemudian kembali menjalani tes COVID-19 di Serbia, yang lagi-lagi hasilnya negatif. ”Sangat disayangkan terdapat beberapa orang yang tidak melakukan pekerjaannya dengan profesional, dan tidak memberi instruksi-instruksi yang tepat perihal bagaimana bertindak saat mengisolasi diri sendiri kepada saya,” tulis Jovic.
"Di Spanyol, saya diizinkan pergi ke apotek dan pasar swalayan saat saya perlu membeli barang-barang yang saya butuhkan, hal itu tidak terjadi di (Serbia) sini,” tambahnya.
Pemain Serbia lainnya yang berkarier di luar negeri, Nikola Ninkovic, juga dilaporkan melanggar instruksi isolasi. Ninkovic merupakan pemain klub Serie B Italia Ascoli.
Sikap bengal para pemain itu membuat presiden Serbia Aleksandar Vucic naik pitam. Dia bahkan berjanji akan menahan para pemain yang membandel. ”Para pemuda itu adalah jutawan, maka mereka berpikir dapat melakukan segalanya. Tidak, Anda tidak dapat melakukan segalanya," kata Vucic pada konferensi pers.
"Semua orang akan dihukum dengan pantas, semua orang yang melanggar hukum. Hal termudah adalah menghukum mereka," janji Vucic.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
