
Lo Pui Yung, pelukis difabel asal Hong Kong memamerkan karyanya di Xiqu Centre. (Banu Adikara/JawaPos.com)
JawaPos.com - Inspirasi. Hal abstrak yang bisa datang kapan saja dan dari mana saja tanpa mengenal ruang, waktu dan batasan-batas realitas lainnya.
Dalam konteks seni rupa, rasanya sudah bukan hal aneh bahwa banyak karya lahir dari mereka yang hidup dalam keterbatasan fisik maupun mental.
Lo Pui Yung, seorang pelukis difabel asal Hong Kong, adalah salah satunya. Lahir dengan kondisi tidak memiliki tangan seolah tidak cukup untuk menghentikan gairahnya dalam menggoreskan kuasnya di atas kanvas untuk menghasilkan karya yang memanjakan mata.
"Aku menggunakan seni sebagai media untuk membagikan apa yang aku pikirkan. Aku percaya bahwa setiap karya yang dihasilkan adalah bentuk perayaan yang unik dari karakteristik penciptanya, tidak peduli seperti apapun kondisinya," ujarnya saat ditemui Jawa Pos belum lama ini di pameran The Diversity and Inclusion Arts Festival di Xiqu Centre, West Kowloon, Hong Kong.
Pui Yung adalah satu dari sekian banyak seniman difabel yang mengikuti gelaran tersebut. Salah satu karya yang ia pamerkan di sana adalah lukisan bergaya tradisional Tiongkok dengan cat air dan teknik akrilik berjudul The Happiness of Fishes.
Secara sederhana, lukisan tersebut memperlihatkan tiga ekor ikan mas dengan corak dan warna berbeda sedang berenang dengan leluasa di dalam air.
"Ikan-ikan yang berbeda warna ini menggambarkan keanekaragaman dalam hidup. Mereka adalah sosok yang menarik dengan warna mereka masing-masing. Sama seperti kaum difabel yang walaupun berbeda namun bisa bersinar dengan caranya sendiri," kata Pui Yung bangga.
Meski terkesan sederhana, ide lukisan yang ia torehkan dengan kedua kakinya ini berangkat dari pemikiran yang cukup mendalam.
"Inspirasinya datang dari pepatah kuno Tiongkok yang mengatakan, 'Kamu bukanlah seekor ikan. Bagaimana kamu bisa menakar kebahagiaan seekor ikan?'. Kata-kata itu begitu punya pengaruh yang kuat padaku dan akhirnya membuatku terhanyut dalam pemikiran yang dalam tentang kehidupan. Bagaimana kita, sebagai seorang manusia, bisa memahami dan menginterpretasikan kebahagiaan seekor ikan," jelasnya.
Selain itu, menurut Pui Yung, frasa tersebut juga menyoroti keterbatasan dalam memahami hubungan antarpribadi manusia yang begitu kompleks.
"Dalam kehidupan, kita sulit untuk memahami pengalaman orang lain dan emosi mereka sepenuhnya. Meskipun demikian, hal ini seharusnya tidak menghalangi setiap orang untuk mengejar impian mereka dan mengeksplorasi nilai-nilai yang mereka junjung. Orang-orang dengan disabilitas memiliki kekuatan dan kelebihan mereka sendiri. Hal ini memungkinkan mereka untuk berintegrasi ke dalam masyarakat dengan cara yang bermakna dan bersinar terang di dunia seni, memamerkan bakat mereka yang luar biasa," katanya.
Baca Juga: 7 Tanda Anak Dewasa Kamu Butuh Dukungan Emosional dalam Hidup Menurut Psikologi, Jangan Sampai Acuh!
Seniman lain yang ditemui Jawa Pos adalah Wong Wing Hong. Sama seperti Pui Yung, Wing Hong yang mengidap cerebral palsy dan harus menjalani aktivitas sehari-harinya di atas kursi roda juga berhasil mengalahkan batasan dalam dirinya untuk tetap berkarya.
Memamerkan karya lukisannya yang berjudul Polishing Wood With One Hand, Wing Hong mengungkap bahwa inspirasi buah pikirnya ini datang dari sesama penyandang disabilitas yang ia temui di tempat kerjanya, beberapa waktu silam.
"Inspirasinya datang dari pengalamanku bekerja di toko. Suatu hari, aku melihat seorang anak magang yang bisa melakukan tugasnya dengan baik dan sangat fokus, padahal ia hanya punya satu tangan," ujar Wing Hong yang, karena kondisi fisiknya, juga mengalami kesulitan untuk mengontrol pergerakan tangannya secara stabil.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
