
Ketua KPAI Susanto saat menggelar konferensi pers terkait maraknya kasus bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak di kantornya, Selasa (15/5)
JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melihat kejahatan terorisme di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Apalagi tren kejahatan terorisme kini melibatkan anak sebagai pelaku.
Ketua KPAI, Susanto menyampaikan ada pola-pola pelibatan anak dalam jaringan terorisme yang terjadi di berbagai level. Jika dikategorisasikan, jaringan terorisme dapat kelompokkan ke dalam lima grup.
"Pertama, kelompok eksekutor yaitu terlibat aktif di lapangan melakukan aksi teror. Sejumlah kasus anak dilibatkan dalam aksi teror di sejumlah titik daerah," ujar Susanto di Kantor KPAI, Jakarta, Selasa (15/5).
Kedua, kelompok perencana dan pengatur lapangan. Susanto menjelaskan kelompok ini memilih waktu, lokasi dan momentum yang dianggap tepat dalam melakukan aksinya. Dalam sejumlah kasus, anak juga dilibatkan dalam perencanaan sebelum melakukan aksinya.
Selanjutnya ketiga, kelompok mentor. Pelaku berperan mencari dan melakukan pembibitan kader teroris. Infiltrasi yang dilakukan biasanya melalui berbagai pendekatan, termasuk juga infiltrasi melalui satuan pendidikan, jaringan organisasi tertentu dan pertemuan rutin atas nama agama.
"Mentor utama, seringkali juga memanfaatkan anak dan remaja untuk melakukan mentoring kelompok sebaya," jelasnya.
Keempat, lanjut Susanto, kelompok penyandang dana. Ini seringkali tidak terdeteksi namun berkontribusi besar terhadap kesuksesan aksi teror yang dilakukan.
"Terakhir, kelompok simpatisan. Kelompok ini tidak terlibat aktif, melakukan aksi teror, namun memberikan dukungan moral terhadap aktivitas yang dilakukan oleh jaringan terorisme," pungkasnya.
KPAI meminta Pemerintah Pusat dan Daerah perlu melakukan langkah-langkah antisipatif dan pencegahan secara masif melalui berbagai model pendekatan, agar ruang gerak jaringan terorisme dapat dicegah sedini mungkin.
"Pelibatan anak tolong didalami secara komprehensif, termasuk memastikan inisiator dan aktor utama dibalik kejadian pelibatan anak dalam aksi teror. Inisiator dan aktor utama harus dihukum seberat-beratnya, agar kejadian yang sama tak berulang," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
