
Liverpool kembali ke final Liga Champion setelah 11 tahun menunggu.
JawaPos.com - Pasukan AS Roma benar-benar menunjukkan tekad yang kuat untuk bisa memenangkan pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions untuk meraih tiket ke final. Permainan menyerang yang agresif langsung ditunjukkan skuad besutan Eusebio Di Francesco ini sejak wasit Damir Skomina meniup peluit tanda dimulainya pertandingan.
Satu harapan besar di hati dan pikiran skuad Roma adalah mampu mengulang kemenangan atas Barcelona di babak perempat final. Kemenangan 3-0 sudah cukup untuk mengantarkan mereka bertemu Real Madrid di partai final Liga Champions pada 26 Mei mendatang.
Apadaya, Liverpool bukanlah Barcelona. Tim paling doyan mencetak gol di Liga Champions musim ini justru membuat publik Olimpico sempat terdiam. Umpan buruk Radja Nainggolan membuat bola dikuasai Roberto Firmino.
Penyerang Liverpool asal Brasil itu pun sempat menembus pertahanan Roma yang sedikit longgar. Kemudian mengirim umpan terobosan kepada Sadio Mane yang diselesaikan dengan baik. Liverpool menjadi tim pertama yang mampu mencetak gol di kandang Roma di Liga Champions musim ini.
Beruntung, semangat pasukan I Lupi kembali terbakar tiga menit kemudian. Bermaksud menyapu bola, tendangan Dejan Lovren justru mengenai kepala James Milner dan memantul ke gawang sendiri. Peluang bagi Roma kembali terbuka.
Namun, lagi-lagi Liverpool menunjukkan kelasnya sebagai klub yang nyaris tak pernah gagal mencetak gol dalam setiap laga di Liga Champions. Kali ini giliran Georginio Wijnaldum yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit 25.
Gelandang asal Belanda ini memanfaatkan bola sapuan Edin Dzeko yang justru mengarah kepada dirinya. Tanpa membuang kesempatan, Wijnaldum pun mencetak gol keunggulan Liverpool melalui sundulan.
Di babak kedua, Roma bermain lebih agresif. Mereka sadar harus mencetak minimal empat gol untuk bisa memaksakan babak perpanjangan waktu. Waktu 45 menit seolah singkat bagi tuan rumah.
Faktanya, Roma memang mampu menambah gol di babak kedua ini. Pertama melalui Edin Dzeko yang memanfaatkan bola rebound tepisan Karius pada menit 52. Gol penyama kedudukan ini membuat semangat juang Roma makin berkobar.
Sebelumnya, kubu Roma sempat kecewa karena mereka tidak mendapat penalti saat Dzeko dijatuhkan Karius di dalam kotak penalti. Wasit memutuskan posisi Dzeko sudah lebih dulu offside sebelum terlibat insiden dengan Karius.
Tak putus asa, Roma terus meningkatkan serangan. Namun, dalam tempo sekitar 30 menit kemudian serangan Roma tak kunjung membuahkan gol. Hingga akhirnya tendangan keras Nainggolan dari luar kotak penalti membuat gawang Karius kembali kebobolan pada menit 86.
Tak ada ekspresi berlebih yang ditunjukkan Nainggolan ketika mampu mencetak gol. Sepertinya ia sadar, Roma masih butuh tambahan banyak gol untuk bisa lolos ke partai puncak.
Bahkan ketika ia sukses menjadi eksekutor penalti pada masa masa injury time pun ekspresinya tetap sama. Roma mendapat hadiah penalti setelah tangan Klavan terkena bola di kotak terlarang.
Gol ini menjadi penutup dari laga penuh drama di Stadion Olimpico ini. Untuk kali pertama Liverpool mengalami kekalahan di Liga Champions musim ini. Namun, mereka tetap berhak tampil di final Liga Champions untuk menghadapi sang juara bertahan Real Madrid pada 26 Mei mendatang.
"Kami tak pernah mendapatkan jalan yang mudah. Kami sebenarnya lebih tajam ketika melakukan serangan balik, tapi kami mampu tampil baik terlepas dari 10 menit terakhir laga yang buruk. Secara keseluruhan, saya pikir kami harus senang dengan penampilan kami," ungkap kapten tim Jordan Henderson di uefa.com.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
