Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Mei 2018 | 12.15 WIB

Dituduh Mem-Posting Kata-kata SARA, Akhiang Dianiaya Sekelompok Orang

KORBAN PENGANIAYAAN. Akhiang mendapatkan perawatan di RS Kharitas Bakti, Selasa (2/5). - Image

KORBAN PENGANIAYAAN. Akhiang mendapatkan perawatan di RS Kharitas Bakti, Selasa (2/5).

JawaPos.com - Seorang pria berumur 51 tahun, Akhiang, menjadi korban penganiayaan, diduga lantaran dituduh melontarkan kata-kata melecehkan entis tertentu di media sosialnya, Facebook. Akhiang dianiaya sejumlah orang di tokonya di Jalan Siaga, Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa (2/5) sekira pukul 10.15 WIB. Akibat penganiayaan tersebut, Akhiang mengalami luka berat.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), sejumlah orang mengetok pintu rumah Akhiang. Saat itu, yang membukakan pintu adalah anak Akhiang.


Setelah pintu terbuka, sekelompok orang tersebut meminta Akhiang keluar dari rumah untuk mengklarifikasi mengenai kata-kata yang dituliskan akun Facebook atas nama Achiang, di salah satu postingan pengguna Facebook.


Akhiang pun keluar dan pintu rumah ditutup. Lalu, terjadilah penganiayaan tersebut. Akhiang mengalami memar di bagian muka dan luka sobek di kepala yang diduga akibat pukulan benda tumpul.


Salah seorang saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut, Julianus, 35, mengatakan, saat kejadian Akhiang bersama istri, anak laki-laki dan anak perempuannya, sedang berada di dalam warung yang keseharian digunakan berjualan makan vegetarian. Tiba-tiba ia mendengar suara minta tolong.


"Pelaku datang ke rumah korban. Istri dan anaknya dikunci di pintu belakang. Sehingga, mereka berteriak minta tolong, dan berkata mau diapakan suami saya," kata Julianus dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Kamis (3/5).


Mendengar suara minta tolong, Julianus bergegas mendatangi rumah korban. "Saya nggak sempat pakai baju, langsung lah saya pakai celana dan langsung lari ke luar," ceritanya.


Saat mendekati korban, dia melihat ada tiga orang. Julianus mengenali salah seorang dari mereka, lantaran dulu pernah menjadi kawan main.


Mereka memperlihatkan android berisikan kata-kata bernuansa SARA di Facebook yang diduga ditulis Akhiang. "Karena saya kenal, saya kemudian bertanya ada apa ni? Dia bilang kau jangan ikut campur," kisahnya.


Melihat korban dan pelaku masih sebatas bertengkar mulut Julianus kemudian kembali ke rumahnya untuk mengenakan baju. "Karena saya merasa bukan urusan saya, saya pulang dulu untuk memakai baju,” ucapnya.


Namun saat dia datang lagi, korban sudah duduk tersandar di lantai depan rumahnya. Di sampingnya ada tumpukan kayu. Rupanya, usai menganiaya Akhiang, pelaku langsung kabur.


Warga Tak Melerai Persekusi
Saat kejadian warga ramai melihat. Namun tidak ada yang berani melerai. "Warga yang melihat juga tidak berani melerai, saya yang kenal dengan penganiaya saja diancam," katanya.


Korban langsung dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Selanjutnya di rujuk ke Rumah Sakit Kharitas Bakti.


"Korban kemudian dibawa ke Klinik Windi, yang tak jauh dari situ, untuk pertolongan pertama," papar Julianus.


Lily, istri Akhiang mengatakan kepada Harnia, ibu RT bahwa akun Facebook yang dituduhkan pelaku penganiayaan bukanlah milik suaminya. "Pelaku (pemilik akun Facebook) itu masih muda. Suami saya tu sudah tua. Lebih tua dari orang tersebut, tapi mukanya agak mirip," katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore