
Serangan rudal Amerika Serikat ke Syria
JawaPos.com - Negara-negara yang menyerang Syria pada Rabu (13/4) malam dinilai telah melanggar hukum interasional. Pernyataan tersebut dikatakan utusan Rusia, Vassily Nebenzia kepada anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Nebenzia menyebut bahwa negara-negara yang menyerang Syria telah mengganti konsep-konsep hukum internasional dan menulisnya ulang. "Anda mendistorsi hukum internasional dengan mengganti gagasan penting, berupa konsep. Anda terlibat dalam kemunafikan secara terbuka, Anda tidak hanya menempatkan diri atas hukum internasional namun juga mencoba menulis ulang hukum internasional," cecar Nebenzia kepada Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).
"Anda melanggar hukum internasional dengan berusaha meyakinkan semua orang bahwa tindakan Anda adalah tindakan yang sah," sambung dia.
Nebenzia menuturkan, negara-negara barat terus menjerumuskan politik dan diplomasi global ke dalam mitos yang berbahaya. Rusia mengajukan rancangan resolusi yang menyerukan penghentian serangan terhadap Syria, namun United Nation Security Council (UNCS) menolaknya.
"Pertemuan hari ini menegaskan bahwa AS, Inggris, dan Prancis serta anggota tetap Dewan Keamanan terus menempatkan politik dan diplomasi internasional ke dalam ruang mitos. Mitos yang ditemukan di London, Paris, dan Washington merupakan penyimpangan yang berbahaya," terangnya.
Menurut Nebenzia, penggempuran pasukan gabungan AS, Inggris, dan Prancis, terhadap Syria merupakan diplomasi mitos. Terdapat kemunafikan, kepalsuan, dan subsitusi gagasan. Dia menambahkan, jika AS dan sekutunya terus menjalankan aksinya menyerang Syria, maka akan mencapai sebuah diplomasi yang absurd.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan aksi militer di Syria sebagai tanggapan atas dugaan serangan senjata kimia di kota Duma, pinggiran Damascus, Ghouta Timur, Rabu (13/4) malam. Washington dan sekutu-sekutunya termasuk Prancis dan Inggris menembakkan rudal ke Syria.
Mereka tetap yakin bahwa Syria ada kaitannya dengan produksi senjata kimia. Namun, para pemimipin Syria telah membantah bahwa pihaknya terlibat dalam serangan senjata kimia tersebut. Menurut pihak berwenang Syria, koalisi Barat telah menembakkan lebih dari 100 rudal ke Syria, namun berhasil dicegar pertahanan udara Syria.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
